Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam konsep manajemen energi terbarukan sebagai strategi penanggulangan emisi karbon dalam perspektif Al-Qur’an, dengan menempatkan prinsip keberlanjutan, keseimbangan ekologis, dan tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi sebagai dasar analisis utama. Melalui metode penelitian kualitatif berbasis studi pustaka, penelitian ini menelusuri ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan larangan perusakan lingkungan, kewajiban menjaga keseimbangan (mîzân), serta etika pemanfaatan sumber daya alam yang tidak berlebihan (isrâf), untuk mengidentifikasi fondasi moral dan teologis bagi pengembangan energi terbarukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Qur’ani memberikan arahan yang relevan bagi manajemen energi modern, termasuk pentingnya efisiensi, konservasi, inovasi teknologi ramah lingkungan, serta pengelolaan sumber daya berbasis keberlanjutan. Pembahasan mengungkap bahwa penerapan energi terbarukan seperti tenaga surya, angin, dan biomassa sejalan dengan prinsip ishlâh yang menekankan usaha perbaikan dan pencegahan kerusakan lingkungan akibat tingginya emisi karbon. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi nilai-nilai Al-Qur’an dengan praktik manajemen energi terbarukan dapat menjadi kerangka solusi yang holistik, etis, dan aplikatif dalam menjawab tantangan perubahan iklim global dan krisis ekologis.
Copyrights © 2026