This study aims to analyze the role of the “Suara Pangan” program of Radio Elshinta Palembang in promoting local food resources managed by local communities, and to identify the communication strategies, challenges, and opportunities in its implementation. Amid the rapid digital transformation of media, radio remains a vital medium for public communication, particularly in disseminating development-oriented information and empowering local communities. The Suara Pangan program serves as both a promotional and educational platform that highlights local food potentials through on-site reporting and interviews with small-scale food entrepreneurs. This research employs a qualitative descriptive approach using observation, in-depth interviews, documentation, and literature study. The study was conducted at Radio Elshinta Palembang during the MBKM internship program period (August–December 2025). The findings reveal that Suara Pangan plays a significant role in introducing local food potentials, raising public awareness of food security, and strengthening social relations through participatory communication. The program also integrates digital media, particularly YouTube, to expand its audience reach and foster interactive engagement. Nevertheless, technical limitations such as unstable recording quality, delays in editing and broadcasting, and limited audience coverage remain notable challenges. Despite these constraints, Suara Pangan has great potential to grow as a medium for community empowerment and local economic development through content innovation, community collaboration, and enhanced digital strategy. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran program Suara Pangan Radio Elshinta Palembang dalam mempromosikan sumber pangan lokal yang dikelola oleh warga, serta mengidentifikasi strategi komunikasi, hambatan, dan peluang yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Di tengah arus digitalisasi media, radio masih memiliki peran penting sebagai sarana komunikasi publik yang efektif, terutama dalam menyebarkan informasi pembangunan berbasis masyarakat. Program Suara Pangan hadir sebagai media promosi dan edukasi yang menampilkan potensi pangan lokal melalui liputan langsung ke lapangan dan wawancara bersama pelaku usaha kecil. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Lokasi penelitian berada di Radio Elshinta Palembang dengan periode pengumpulan data selama pelaksanaan PPM MBKM (Agustus–Desember 2025). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Suara Pangan berperan penting dalam memperkenalkan potensi pangan lokal, membangun kesadaran masyarakat terhadap ketahanan pangan, serta memperkuat hubungan sosial antarwarga melalui komunikasi partisipatif. Program ini juga memanfaatkan media digital seperti YouTube untuk memperluas jangkauan audiens dan meningkatkan interaktivitas publik. Namun, hambatan teknis seperti kualitas perekaman yang kurang stabil, keterlambatan proses editing, serta keterbatasan jangkauan audiens masih menjadi tantangan. Meski demikian, Suara Pangan memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai media pemberdayaan dan promosi ekonomi lokal melalui inovasi konten, kolaborasi komunitas, serta penguatan strategi digital.Kata Kunci: Komunikasi Pembangunan, Radio, Ketahanan Pangan, Media Lokal, Pemberdayaan Masyarakat.
Copyrights © 2026