Masalah yang timbul akibat kurangnya asupan gizi dan dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak disebut dengan istilah stunting. Tingginya tingkat prevalensi stunting dapat menjadi indikator rendahnya kualitas sumber daya manusia suatu negara. Stunting menjadi salah satu target dalam SDGs. Tujuan Penelitian yaitu untuk menganalisis hubungan antara pemberian ASI, dan Lama Menyusui dengan kejadian stunting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Hutapaung. Metode penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan menggunakan pendekatan desain cross sectional. Populasi seluruh ibu yang memiliki bayi 0-5 Tahun, sampel penelitian berdasarkan dari rumus slovin 5% didapatkan sampel penelitian sebesar 74 orang dengan kriteria Inklusi, Ibu yang memiliki Bayi 6-59 Bulan dan bersedia mengisi Kuisioner. Hasil Uji Chisquare menunjukkan p-value<0.05 (0.049<0,05) berarti ada hubungan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting dengan nilai OR 1,112. Adanya hubungan yang signifikan lama menyusui dengan kejadian stunting pada balita dimana diperoleh p-value=0,041 dengan taraf signifikansi 5% p-value (0,041<0,05) dengan nilai OR 0,909. Memberikan ASI Eksklusif yang dilanjutkan dengan mempertahankan menyusui sampai anak berusia 2 tahun disertai dengan pemberian MP-ASI dan memperhatikan pola asuh anak serta memperhatikan asupan gizi ibu sejak hamil sampai menyusui serta meningkatkan informasi dan pemahaman, mengoptimalkan waktu pengasuhan anak, pola asuh yang baik dan pemberian gizi anak yang tercukupi, dan juga berkaitan dengan tingkat pendapatan keluarga untuk memenuhi kebutuhan pemenuhan gizi pada anak sehingga dapat terhindar dari stunting.
Copyrights © 2026