Jurnal ini mengkaji sejarah kemunculan dan perkembangan mazhab Syiah dalam dunia Islam melalui pendekatan penelitian historis. Kajian ini menyimpulkan bahwa akar kemunculan Syiah bersifat politis, bermula dari peristiwa Saqifah Bani Sa'idah dan klaim hak kepemimpinan (imamah) Ali bin Abi Thalib beserta keturunannya. Konsolidasi identitas Syiah semakin mengkristal pasca-tragedi politik Tahkim dan terutama setelah peristiwa tragis pembunuhan Husain bin Ali di Karbala, yang menjadi momentum pembentukan doktrin teologis dan solidaritas kolektif. Perkembangannya ditandai oleh dinamika konflik dan resistensi, mulai dari penindasan di masa Bani Umayyah dan awal Abbasiyah, fragmentasi internal menjadi berbagai sekte seperti Zaidiyah, Imamiyah, dan Ismailiyah, hingga upaya bertahan dan berekspansi melalui pendirian dinasti-dinasti seperti Idrisiyah, Fatimiyah, dan kekuasaan Bani Buwaihi. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa Syiah berevolusi dari sekadar dukungan politik personal menjadi mazhab teologis-politis yang kompleks, yang formasi dan perkembangannya tak terpisahkan dari narasi konflik, penindasan, dan legitimasi keturunan Nabi Muhammad SAW.
Copyrights © 2026