Mahasiswa baru sering menghadapi culture shock akibat perbedaan budaya sosial dan akademik di perguruan tinggi, yang berpotensi memengaruhi motivasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh culture shock terhadap motivasi belajar mahasiswa baru di UPI Kampus Purwakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 60 mahasiswa baru yang dipilih secara purposive sampling. Instrumen penelitian berupa angket skala Likert empat poin, dan data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji korelasi Pearson, serta paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang sangat kuat dan positif antara culture shock dan motivasi belajar dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,890 serta perbedaan yang signifikan secara statistik (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa culture shock tidak selalu berdampak negatif, melainkan dapat menjadi stimulus yang mendorong peningkatan motivasi belajar apabila dikelola secara adaptif. Oleh karena itu, dukungan lingkungan kampus menjadi faktor penting dalam membantu mahasiswa baru beradaptasi dan mempertahankan motivasi belajar.
Copyrights © 2025