Peningkatan pra-hipertensi pada remaja dan dewasa muda semakin sering ditemukan dan banyak dipengaruhi oleh perilaku hidup yang kurang sehat, seperti kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji, minimnya aktivitas fisik, pola tidur yang tidak teratur, stres akademik, serta konsumsi kafein dan rokok. Penelitian ini bertujuan menilai hubungan gaya hidup dengan risiko pra-hipertensi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo menggunakan desain deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner terbuka, pengukuran tekanan darah, dan literatur pendukung pada 120 mahasiswa yang dipilih dengan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 23,3% responden berada pada kategori pra-hipertensi dan 3,3% sudah hipertensi. Faktor risiko utama meliputi tingginya konsumsi fast food, rendahnya asupan buah dan sayur, kebiasaan olahraga yang kurang, durasi tidur <6 jam, serta tingginya kebiasaan begadang. Status gizi juga berpengaruh, di mana mahasiswa overweight dan obesitas memiliki kecenderungan pra-hipertensi tertinggi, sementara laki-laki menunjukkan risiko lebih besar dibanding perempuan. Secara keseluruhan, gaya hidup memiliki kontribusi nyata terhadap peningkatan tekanan darah, sehingga diperlukan intervensi berupa edukasi pola makan sehat, peningkatan aktivitas fisik, manajemen stres, serta pemantauan tekanan darah rutin untuk mencegah perkembangan menuju hipertensi.
Copyrights © 2025