Di Indonesia, tingkat penyakit ginjal kronik sebesar 0,38%, dan sekitar 60% penderita gagal ginjal memerlukan dialisis, menurut RISKESDAS 2018 Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan penyakit ginjal kronik. Pasien dengan infeksi ginjal kronik harus segera diobati agar penyakit mereka tidak memperparah, yang dapat menyebabkan kematian. Antibiotik diberikan untuk memerangi infeksi bakteri. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi apakah pemberian antibiotik dapat mengurangi infeksi yang diderita pasien dengan melihat hasil lab pasien. Mereka juga ingin mengetahui apakah pemberian antibiotika telah memenuhi prinsip tepat diagnosis, pasien, antibiotik, dan regimen dosis yang tepat. Penelitian ini dilakukan sebagai penelitian kuantitatif observasional dengan retrospektif yang menggunakan data rekam medik pasien yang menderita ginjal kronik dan hemodialisa serta mendapatkan terapi antibiotik. Hasil menunjukkan bahwa 94,54% pasien tepat diagnosa, 91,51% tepat pasien, 64,84% tepat antibiotika, dan 21,81% tepat regimen dosis.
Copyrights © 2025