Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas, terutama di negara berkembang. Rendahnya pengetahuan, sikap, dan tindakan masyarakat terkait pencegahan ISPA berkontribusi terhadap tingginya angka kejadian ISPA. Penyuluhan kesehatan sebagai bentuk pendidikan masyarakat terbukti efektif meningkatkan pemahaman dan perilaku pencegahan ISPA. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap pengetahuan, sikap dan tindakan masyrakat di Desa Maponu, sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Penelitian menggunakan desain one group pretest–posttest dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 35 responden yang dipilih menggunakan total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan analisis statistik menggunakan uji paired sample t-test dengan tingkat signifikansi 0,05. Terdapat peningkatan pada seluruh variabel setelah penyuluhan. Pengetahuan meningkat dari kategori tinggi 77,1% menjadi 85,7%, dengan selisih rerata 0,57 dan nilai p = 0,000. Sikap meningkat dari kategori sangat baik 85,7% menjadi 97,1%, selisih rerata 1,29 dan tindakan meningkat dari kategori sangat baik 60% menjadi 74,3%, dengan selisih rerata 0,54 dan nilai p = 0,000. Hasil ini menunjukkan bahwa penyuluhan memberikan pengaruh signifikan terhadap pengetahuan, sikap, dan tindakan masyarakat terkait pencegahan ISPA. Intervensi edukasi berbasis komunitas perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk memperkuat perilaku kesehatan masyarakat.
Copyrights © 2026