Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH KONFLIK KERJA DAN STRES KERJA TERHADAP TURNOVER KARYAWAN PADA PT MAYORA INDAH Tbk WILAYAH JATAKE KABUPATEN TANGERANG Mohammad Andri; Darmadi Darmadi
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 7 (2025): JULI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Konflik Kerja dan Stres Kerja terhadap Turnover Karyawan Pada PT. Mayora Indah Tbk Wilayah Jatake Kabupaten Tangerang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini karyawan sebanyak 65 orang. Metode pengumpulan data primer dan kuesioner. Metode analisis data yang digunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, uji regresi linier sederhana dan berganda, uji koefisien korelasi (R), uji determinasi (R Square), dan uji hipotesis (uji F dan uji t).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap turnover karyawan, yang ditunjukkan oleh persamaan regresi linier sederhana Y = 11,654+ 0,738X1, dengan nilai korelasi sebesar 0,779 dan koefisien determinasi 60,7%. Uji t menunjukkan nilai t_hitung 4,134> t_tabel 1,998 dengan signifikansi 0,000 < 0,050. Stres kerja juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap turnover karyawan, dengan persamaan regresi linier sederhana Y = 16,643 + 0,637X2, nilai korelasi 0,772, dan koefisien determinasi 59,6%. Uji t menunjukkan nilai t_hitung 3,874 > t_tabel 1,998 dengan signifikansi 0,000 < 0,050. Secara simultan, konflik kerja dan stres kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap turnover, terbukti dari persamaan regresi linier berganda Y = 10,293 + 0,431X1 + 0,352X2, dengan nilai korelasi 0,803, dan koefisien determinasi 68,3%. Uji F menunjukkan nilai F_hitung 66,683 > F_tabel 3,143 dan p-value 0,000 < 0,05, menunjukkan bahwa kedua variabel independen secara bersama-sama mempengaruhi turnover karyawan secara signifikan.
Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Terhadap Perilaku Pencegahan ISPA di Desa Maponu Kecamatan Sarjo: The Influence of Health Education on the Prevention of ISPA Behavior in Maponu Village, Sarjo District Muh Syauqi Marzukie; Andiansyah Yusuf Tunasly; Annisa Juliarsih; Nurul Amirah Ramadhani; Ni Nyoman Sutiari; Suharni; Rolinsa; Ifdah Mawazin; Nur Rismawati; Mohammad Andri; Intan Fitrah Andini; Muhammad Syukran
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026 -In Progress
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9845

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas, terutama di negara berkembang. Rendahnya pengetahuan, sikap, dan tindakan masyarakat terkait pencegahan ISPA berkontribusi terhadap tingginya angka kejadian ISPA. Penyuluhan kesehatan sebagai bentuk pendidikan masyarakat terbukti efektif meningkatkan pemahaman dan perilaku pencegahan ISPA. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap pengetahuan, sikap dan tindakan masyrakat di Desa Maponu, sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Penelitian menggunakan desain one group pretest–posttest dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 35 responden yang dipilih menggunakan total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan analisis statistik menggunakan uji paired sample t-test dengan tingkat signifikansi 0,05. Terdapat peningkatan pada seluruh variabel setelah penyuluhan. Pengetahuan meningkat dari kategori tinggi 77,1% menjadi 85,7%, dengan selisih rerata 0,57 dan nilai p = 0,000. Sikap meningkat dari kategori sangat baik 85,7% menjadi 97,1%, selisih rerata 1,29 dan tindakan meningkat dari kategori sangat baik 60% menjadi 74,3%, dengan selisih rerata 0,54 dan nilai p = 0,000. Hasil ini menunjukkan bahwa penyuluhan memberikan pengaruh signifikan terhadap pengetahuan, sikap, dan tindakan masyarakat terkait pencegahan ISPA. Intervensi edukasi berbasis komunitas perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk memperkuat perilaku kesehatan masyarakat.