Remaja rentan terhadap perilaku seksual berisiko yang dipengaruhi meningkatnya penggunaan media sosial sebagai sumber informasi dan paparan konten seksual. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan penggunaan media sosial dengan perilaku seksual pada remaja di SMA X Denpasar. Penelitian menggunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 190 responden yang diperoleh melalui teknik Stratified Random Sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner penggunaan media sosial dan perilaku seksual. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Spearman’s Rho dengan ? = 0,05. Penggunaan media sosial pada remaja berada pada berbagai kategori intensitas. Hasil uji Spearman’s Rho menunjukkan p-value = <0,001 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara penggunaan media sosial dengan perilaku seksual pada remaja. Terdapat hubungan bermakna antara penggunaan media sosial dan perilaku seksual, di mana semakin tinggi intensitas penggunaannya, semakin besar kecenderungan perilaku seksual pada remaja. Temuan ini menunjukkan bahwa media sosial memiliki hubungan terhadap perilaku seksual remaja melalui paparan konten, interaksi daring, proses belajar sosial, dan kurangnya kontrol diri dan impulsivitas pada remaja. Diperlukan peningkatan edukasi kesehatan reproduksi, pengawasan orang tua, serta literasi digital untuk membantu remaja memahami risiko, membatasi paparan konten negatif, dan menggunakan media sosial secara lebih sehat dan bertanggung jawab.
Copyrights © 2026