Profesi kepolisian memiliki tuntutan kerja fisik dan mental yang ekstrem, menempatkan anggota pada risiko tinggi mengalami kelelahan kerja kronis atau burnout. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kecerdasan emosional sebagai faktor protektif terhadap pengalaman burnout pada anggota kepolisian. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (literature review) dengan menyintesis 25 artikel jurnal terpilih (15 jurnal nasional terakreditasi SINTA dan 10 jurnal internasional bereputasi) yang terbit dalam rentang tahun 2018–2025. Penelusuran literatur dilakukan melalui pangkalan data Google Scholar, Portal Garuda, dan Science Direct. Hasil tinjauan menunjukkan adanya korelasi negatif yang konsisten antara kecerdasan emosional dan burnout; anggota dengan kecerdasan emosional tinggi memiliki kemampuan regulasi diri yang lebih baik, sehingga mampu meminimalisir dampak kelelahan emosional dan depersonalisasi. Kecerdasan emosional berfungsi sebagai moderator yang mengubah respons stres menjadi strategi koping adaptif dan membantu pengambilan keputusan rasional di bawah tekanan. Simpulan dari studi ini menekankan urgensi penguatan aspek psikologis dalam institusi Polri. Disarankan agar kurikulum pendidikan dan pelatihan kepolisian mengintegrasikan modul intervensi berbasis emosi, seperti mindfulness dan pelatihan ketahanan mental, guna menjaga kesejahteraan psikologis dan profesionalisme personel.
Copyrights © 2026