Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Kecerdasan Emosional dalam Pengalaman Burnout Anggota Kepolisian: Studi Literature Review Aulia Razanah; Avisha Nur Abidah; Ayu Laksita Utami; Rijal Abdillah
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026 -In Progress
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.10214

Abstract

ABSTRAK Profesi kepolisian memiliki tuntutan kerja fisik dan mental yang ekstrem, menempatkan anggota pada risiko tinggi mengalami kelelahan kerja kronis atau burnout. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kecerdasan emosional sebagai faktor protektif terhadap pengalaman burnout pada anggota kepolisian. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (literature review) dengan menyintesis 25 artikel jurnal terpilih (15 jurnal nasional terakreditasi SINTA dan 10 jurnal internasional bereputasi) yang terbit dalam rentang tahun 2018–2025. Penelusuran literatur dilakukan melalui pangkalan data Google Scholar, Portal Garuda, dan Science Direct. Hasil tinjauan menunjukkan adanya korelasi negatif yang konsisten antara kecerdasan emosional dan burnout; anggota dengan kecerdasan emosional tinggi memiliki kemampuan regulasi diri yang lebih baik, sehingga mampu meminimalisir dampak kelelahan emosional dan depersonalisasi. Kecerdasan emosional berfungsi sebagai moderator yang mengubah respons stres menjadi strategi koping adaptif dan membantu pengambilan keputusan rasional di bawah tekanan. Simpulan dari studi ini menekankan urgensi penguatan aspek psikologis dalam institusi Polri. Disarankan agar kurikulum pendidikan dan pelatihan kepolisian mengintegrasikan modul intervensi berbasis emosi, seperti mindfulness dan pelatihan ketahanan mental, guna menjaga kesejahteraan psikologis dan profesionalisme personel. ABSTRACT The police profession entails extreme physical and mental demands, placing members at high risk of experiencing chronic work fatigue or burnout. This study aims to analyze the role of emotional intelligence as a protective factor against burnout experiences among police officers. The method employed is a literature review, synthesizing 25 selected journal articles (15 SINTA-accredited national journals and 10 reputable international journals) published between 2018 and 2025. Literature searches were conducted via Google Scholar, Garuda Portal, and ScienceDirect databases. The review results indicate a consistent negative correlation between emotional intelligence and burnout; officers with high emotional intelligence possess better self-regulation abilities, thereby minimizing the impact of emotional exhaustion and depersonalization. Emotional intelligence functions as a moderator that transforms stress responses into adaptive coping strategies and aids in rational decision-making under pressure. The conclusion of this study emphasizes the urgency of psychological strengthening within the National Police institution. It is recommended that the police education and training curriculum integrate emotion-based intervention modules, such as mindfulness and mental resilience training, to maintain personnel psychological well-being and professionalism.
Penguatan Literasi Kesehatan Mental Masyarakat Melalui Screening dan Asesmen Psikologis pada Program KKN di Biro Psikologi Siti Nuriya Hikma; Fajar Saputra; Hanna Aqeela Humayra; Satria Maulana; Ayu Laksita Utami; Nurwahyuni Nasir
Journal of Golden Generation Abdimas Vol. 2 No. 1 (2026): Maret 2026 : Journal of Golden Generation Abdimas
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgga.v2i1.309

Abstract

Kesehatan mental merupakan aspek penting dalam mendukung kesejahteraan individu dan masyarakat, namun kesadaran serta akses terhadap layanan psikologi masih tergolong terbatas. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini dilaksanakan di Biro Psikologi Gantari Indonesia dengan tujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan mental masyarakat serta mendukung layanan psikologi melalui rangkaian kegiatan grand opening, screening kesehatan mental, dan asesmen psikologis. Metode pelaksanaan meliputi kegiatan sosialisasi layanan psikologi, screening Kesehatan mental menggunakan instrument Mental Health Check-up (MHCU), serta pelaksanaan asesmen psikologis pada berbagai kelompok sasaran, termasuk anak, remaja, dan individu dewasa, di bawah supervise psikolog. Hasil kegiatan menunjukkan adanya respon positif dan partisipasi masyarakat dalam mengikuti layanan disediakan. Secara keseluruhan kegiatan KKN ini berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya Kesehatan mental, memperkuat peran biro psikologi sebagai pusat layanan psikologis berbasis masyarakat, serta memberikan pengalaman praktik professional bagi mahasiswa.