ABSTRAK Kehamilan usia dini merupakan permasalahan kesehatan reproduksi yang sering terjadi pada remaja dan dapat menimbulkan dampak negatif secara fisik, psikologis, maupun sosial. Rendahnya pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi serta paparan informasi yang tidak tepat dari lingkungan sosial menjadi faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya kehamilan usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan remaja putri mengenai pencegahan kehamilan usia dini di SMA Saraswati 1 Denpasar. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, dengan sampel sebanyak 115 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan tinggi yaitu 108 orang (93,9%), pengetahuan cukup sebanyak 7 orang (6,1%), dan tidak terdapat responden dengan pengetahuan rendah. Temuan ini menggambarkan bahwa mayoritas remaja putri telah memiliki pemahaman yang baik mengenai upaya pencegahan kehamilan usia dini. Kesimpulan penelitian menegaskan pentingnya edukasi kesehatan reproduksi yang berkelanjutan melalui sekolah, tenaga kesehatan, dan orang tua untuk memperkuat pengetahuan remaja serta mencegah terjadinya kehamilan pada usia muda. ABSTRACT Early pregnancy is one of the reproductive health issues frequently experienced by adolescents and can lead to various negative physical, psychological, and social impacts. Low levels of knowledge regarding reproductive health and exposure to inaccurate information from the social environment are contributing factors to early pregnancy. This study aims to describe the knowledge level of female adolescents regarding the prevention of early pregnancy at SMA Saraswati 1 Denpasar. This research employed a descriptive design with a quantitative approach, involving 115 respondents selected using purposive sampling. The research instrument was a knowledge questionnaire that had been tested for validity and reliability. The results showed that most respondents had a high level of knowledge, with 108 participants (93.9%), while 7 participants (6.1%) had a moderate level of knowledge, and none showed a low level of knowledge. These findings indicate that the majority of female adolescents already possess a good understanding of efforts to prevent early pregnancy. The study concludes that continuous reproductive health education through schools, health workers, and parents is essential to strengthen adolescents’ knowledge and prevent pregnancy at a young age.
Copyrights © 2026