ABSTRAK Perilaku caring merupakan bentuk kinerja layanan dan perilaku kerja prososial yang krusial dalam organisasi pelayanan kesehatan. Namun, pendekatan pengelolaan sumber daya manusia di rumah sakit masih didominasi oleh asumsi homogenitas karyawan, sehingga belum mampu menangkap variasi karakteristik perawat secara komprehensif. Berangkat dari perspektif manajemen sumber daya manusia strategis, penelitian ini bertujuan mengembangkan tipologi perawat rawat inap berdasarkan komitmen organisasi, komunikasi efektif, dan lingkungan kerja menggunakan pendekatan person-centered, serta menganalisis implikasinya terhadap perilaku caring. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif potong lintang dengan melibatkan 94 perawat rawat inap di rumah sakit swasta Kabupaten Bekasi. Data dianalisis menggunakan K-means cluster analysis untuk membentuk tipologi perawat, diikuti dengan uji ANOVA untuk menguji perbedaan perilaku caring antar klaster. Hasil analisis mengidentifikasi dua klaster utama, yaitu klaster dengan dukungan organisasional tinggi dan klaster dengan dukungan organisasional rendah. Uji ANOVA menunjukkan perbedaan perilaku caring yang signifikan antara kedua klaster (F = 115,980; p < 0,05), di mana perawat dengan dukungan organisasional tinggi menunjukkan perilaku caring yang lebih baik. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan segmentasi sumber daya manusia berbasis klaster memberikan dasar empiris yang lebih presisi bagi perumusan strategi manajemen sumber daya manusia rumah sakit. Secara teoretis, penelitian ini memperluas kajian MSDM di sektor kesehatan melalui penerapan pendekatan person-centered, sementara secara praktis hasilnya mendukung pengembangan kebijakan pengelolaan perawat yang lebih kontekstual dan berorientasi pada peningkatan mutu layanan. Kata kunci: manajemen sumber daya manusia; cluster analysis; komitmen organisasi; komunikasi efektif; lingkungan kerja; perilaku caring.
Copyrights © 2026