Miskonsepsi orang tua mengenai kesiapan membaca anak usia dini masih menjadi isu penting dalam praktik pendidikan dasar. Banyak orang tua menganggap bahwa kemampuan membaca pada usia 4–6 tahun merupakan indikator utama kecerdasan dan kesiapan sekolah, sehingga memunculkan tekanan akademik yang tidak sesuai dengan tahap perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk miskonsepsi orang tua tentang kesiapan membaca serta menganalisis tingkat keyakinan terhadap pemahaman tersebut menggunakan metode Certainty of Response Index (CRI). Penelitian kuantitatif deskriptif ini melibatkan 35 wali murid kelas 1 di salah satu SD Negeri di Depok pada semester ganjil tahun ajaran 2025/2026. Instrumen yang digunakan berupa 25 soal pilihan ganda ber-CRI dan wawancara pada responden dengan miskonsepsi ber-CRI tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 31% responden berada pada kategori miskonsepsi dengan keyakinan kuat, terutama pada konsep percepatan membaca, standar kesiapan sekolah, dan proses literasi yang dianggap seragam untuk semua anak. Selain itu, ditemukan bahwa norma sosial dan tekanan akademik turut memperkuat keyakinan keliru tersebut. Penelitian ini menegaskan perlunya edukasi literasi awal yang komprehensif bagi orang tua untuk meluruskan pemahaman dan mendukung perkembangan membaca anak secara lebih sesuai dengan tahapan perkembangannya.
Copyrights © 2026