Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan unplugged coding terhadap peningkatan kemampuan bahasa reseptif anak usia 4–5 tahun di TK Yapita Keputih, Kota Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis eksperimental. Subjek penelitian berjumlah 16 anak usia 4–5 tahun yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Kemampuan bahasa reseptif diukur melalui instrumen observasi yang terdiri atas tiga indikator, dengan rentang skor 1–4 pada setiap indikator. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial. Uji normalitas Shapiro–Wilk menunjukkan bahwa data pretest dan post-test tidak berdistribusi normal, sehingga pengujian hipotesis dilanjutkan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata bahasa reseptif dari pretest ke posttest. Uji Wilcoxon menghasilkan nilai Z = –3,564 dengan p < 0,001, yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kemampuan bahasa reseptif anak sebelum dan sesudah penerapan pendekatan unplugged coding. Temuan ini mengindikasikan bahwa unplugged coding efektif dalam meningkatkan kemampuan anak dalam memahami instruksi verbal, simbol arah, dan urutan perintah melalui pembelajaran berbasis aktivitas konkret. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bahwa pendekatan unplugged coding dapat digunakan sebagai strategi pembelajaran alternatif untuk mendukung perkembangan bahasa reseptif anak usia dini di lingkungan pendidikan formal.
Copyrights © 2026