Keluarga inti merupakan lingkungan awal yang berperan penting dalam membentuk kesiapan sekolah anak usia dini. Namun, keterlibatan ayah dalam pengasuhan masih sering terbatas akibat tuntutan pekerjaan dan budaya yang menempatkan ayah sebagai pencari nafkah utama. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kontribusi ayah dalam keluarga inti terhadap kesiapan sekolah anak usia 4–6 tahun. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan tiga ayah di wilayah Kalimantan Timur. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi terbatas, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan ayah berkontribusi positif terhadap kesiapan sekolah anak yang mencakup aspek fisik, kognitif, sosial-emosional, bahasa, dan moral. Bentuk keterlibatan ayah bervariasi sesuai kondisi pekerjaan dan nilai keluarga. Faktor penghambat meliputi tuntutan pekerjaan, kelelahan fisik, dan budaya pengasuhan yang berorientasi pada ibu. Temuan ini menegaskan bahwa kualitas interaksi ayah tetap berperan penting dalam mendukung kesiapan anak memasuki pendidikan formal. Kolaborasi ayah dan ibu menjadi kunci terciptanya lingkungan pengasuhan yang mendukung perkembangan anak usia dini.
Copyrights © 2026