Penelitian ini mencoba melihat naskah Orang-Orang Setia karya Iswadi Pratama bukan lagi sebagai sebuah drama tetapi sebagai mesin kritik sosial. Fokusnya bukan sekadar membedah alur, melainkan melihat bagaimana dramaturgi realis-simbolik di dalamnya membenturkan nasib manusia-manusia marginal dengan tembok kekuasaan yang dingin. Tujuannya adalah untuk menelusuri bagaimana ketegangan dibangun secara pelan tapi pasti melalui dialog antara Rahman dan Sarmin. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan interpretative serta analisis tekstual, setiap elemen dibedah ,mulai dari pemicu konflik yang ganjil hingga klimaks yang menyesakkan. Hasilnya menunjukkan sebuah temuan menarik: naskah ini tidak digerakkan oleh satu orang, melainkan oleh dua tokoh utama yang saling mengunci dalam satu pusaran alur. Struktur ini ternyata bukan cuma soal urusan teknis panggung, tapi adalah ‘senjata’ artistik yang sengaja dirancang untuk menelanjangi ironi penggusuran serta carut-marut ketidakadilan sistemik. Temuan ini pada akhirnya menegaskan bahwa kekuatan naskah ini terletak pada arsitektur dramanya yang mampu bicara jujur soal isu sosial tanpa harus kehilangan bobot estetikanya dalam lanskap teater realis Indonesia.
Copyrights © 2025