Yuniarni Yuniarni
Prodi Seni Teater- Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia Padangpanjang- Sumatera Barat

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENCIPTAAN PERAN TOKOH ARINI DALAM NASKAH MAINAN GELAS KARYA TENNESSEE WILLIAMS SADURAN SUYATNA ANIRUN FEBBY MONICA; DESI SUSANTI; YUNIARNI YUNIARNI
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 6, No 1 (2020): Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v6i1.1047

Abstract

Tokoh Arini dalam naskah Mainan Gelas karya Tennessee Williams Saduran Suyatna Anirun merupakan tokoh yang mengalami konflik batin pada dirinya, karena Arini memiliki banyak permasalahan dalam hidup mulai dari tokoh ayah yang pergi meninggalkannya dan kedua anaknya yang tidak mau mendengarkan perkataan Arini. Naskah ini merupakan naskah realisme psikologi karena berangkat dari kondisi kehidupan masa lalu si pengarang dan menceritakan seorang ibu bernama Arini yang terjebak pada kenangan masa lalu dan harapan untuk masa depan yang tidak bisa dicapainya. Arini mendidik anaknya secara otoriter, sifat keegoisannya yang hanya ingin didengar membuat anaknya tidak nyaman dengan prilaku Arini. Dalam konteks ini, maka tokoh Arini akan dihadirkan dengan metode akting Stanislavsky (to be). Berdasarkan metode akting ini pemeran ingin meyakinkan penonton bahwa apa yang terjadi di atas panggung adalah kejadian yang sebenarnya.
SITI MANGGOPOH: SEBUAH CATATAN SEJARAH DALAM PERTUNJUKAN KARYA SENI TEATER Yuniarni Yuniarni
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 14, No 2 (2012): Ekspresi Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (720.84 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v14i2.231

Abstract

Naskah cerita perjuangan Siti Manggopoh di Kabupaten Agam Sumatera Barat ditulis oleh Afrizal Harun dan diadaptasi kembali oleh Sulaiman Juned. Naskah ini dianalisis lewat  konsepsi penyutradaraan teater Barat melalui pendekatan teater rakyat Tupai Janjang di daerah Palembayan yang hampir punah. Hanya beberapa orang saja yang mampu dan mau memainkannya. Paduan kedua bentuk teater [kebaruan] dengan cerita yang berbeda belum pernah digarap. Ini jadi daya tarik penulis sebagai sutradara mengolah-mengemasnya menjadi transformasi moral bagi masyarakat.
PEMERANAN TOKOH TUAN DURAN DALAM NASKAH KEMATIAN YANG DIRENCANAKAN KARYA AUGUST STRINBERG TERJEMAHAN JOKO KURNAIN Ikhsan Satria Irianto; Hendri Jihadul Barkah; Yuniarni Yuniarni
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 8, No 2 (2022): Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v8i2.3110

Abstract

ABSTRAKPemeranan Tokoh Tuan Duran dalam Naskah Kematian yang Direncanakan karya August Strinberg terjemahan Joko Kurnain merupakan kerja kreatif pemeranan yang pemeran jalani untuk mewujudkan karakter tokoh Tuan Duran dari realitas naskah menjadi realitas teater. Proses perwujudan tokoh Tuan Duran tersebut bertitik tolak pada analisis penokohan. Tahapan kerja dari analisis penokohan tersebut dimulai pada analisis tokoh, kemudian relasi antar tokoh dan yang terakhir relasi tokoh dengan struktur naskah. Hasil dari analisa tokoh dan naskah, menjadi pijakan pemeran dalam proses perwujudan tokoh. Proses perwujudan tokoh tersebut berpedoman pada metode akting Stanislavsky.Kata Kunci:Pemeranan; Kematian yang Direncanakan; Tuan Duran; Stanislavsky.  ABSTRACTThe role of Tuan Duran in the Planned Death Manuscript by August Strinberg, translated by Joko Kurnain, is a creative work of acting that the actors undertake to realize the character of Tuan Duran from the reality of the script into a theatrical reality. The process of realizing the character of Tuan Duran is based on the analysis of characterizations. The work stages of the characterization analysis begin with character analysis, then the relationship between characters and finally the character's relationship with the structure of the script. The results of the analysis of the characters and the script, become the basis for the actors in the process of realizing the characters. The process of embodiment of the character is guided by Stanislavsky's acting method.Keywords:Actor; Premeditated Death; Mr Duran; Stanislavsky. 
RANCANGAN DRAMATURGI NASKAH LAKON SAYANG ADA ORANG LAIN KARYA UTUY TATANG SONTANI Liana, Dona; Birowo, Pandu; Yuniarni, Yuniarni
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 10, No 1 (2024): Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v10i1.4505

Abstract

Rancangan dramaturgi naskah Sayang Ada Orang Lain karya Utuy Tatang Sontani merupakan reinterpretasi terhadap naskah realisme untuk mewujudkan nilai-nilai emosional dan pendalaman karakter dalam mewujudkan dramatik dalam naskah. Upaya yang dilakukan untuk mencapai intensitas dramatik naskah adalah melakukan tafsir terhadap struktur dan tekstur naskah yang dikemukakan oleh Kernodle. Tafsir dikaitkan dengan aspek sosiologis dalam naskah sebagai kontribusi pemahaman lebih terhadap kehidupan politik, sosial dan ekonomi masyarakat Jawa Barat. Perancangan diimplementasikan melalui rancangan plot sebagai acuan memperkuat dramatik plot pada naskah yang terbagi atas rancangan adegan. Perancangan penokohan yang terdiri dari rancangan kostum dan rias, dan perancangan artistik yang terbagi atas rancangan setting, lighting dan musik yang realistik disesuaikan dengan penafsiran penulis terhadap naskah aliran realisme.
Dinamika Institusi Pendidikan Seni: Antara Pendidikan Formal Dan Perkembangan Praktis Berkesenian Di Indonesia Rusmana, Tatang; Yuniarni, Yuniarni
Creativity And Research Theatre Journal Vol 5, No 1 (2023): Creativity And Research Theatre Journal (CARTJ)
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/cartj.v5i1.3713

Abstract

Science and art provide humanity on complementary paths. Both contain creative thinking and problem solving. Science seeks answers to questions about the external, physical world; the answer to this forms the basis of our present technological progress. While art depicts the development of our inner world namely; intuitive, emotional, spiritual and creative aspects of human beings. The real world is explained through science and revealed through works of art. Humans need both science and art if they balance function with the meaning of life. Art is an activity that occurs by the process of "cipta - rasa - karsa". Cipta, in art, contains an integrated meaning between creativity, invention, and innovation which is strongly influenced by "sense" (emotion and feeling). Rasa, arises because of the impulse of instinct which is called "karsa". Karsa, can be personal or collective, depending on the environment and culture of society (But Muchtar, 1985).AbstrakIlmu pengetahuan dan seni menyediakan manusia pada jalan yang saling mengisi. Keduanya mengandung fikiran kreatif dan pemecahan masalahnya. Ilmu pengetahuan mencari jawaban terhadap pertanyaan tentang aspek luar, dunia fisika; jawaban untuk ini menjadi bentuk dasar dari kemajuan teknologi kita sekarang. Sementara seni menggambarkan perkembangan dari dunia dalam kita yakni; intuisi, emosional, spiritual dan aspek kreatif dari manusia. Dunia nyata dijelaskan melalui ilmu pengetahuan dan diungkap melalui karya seni. Manusia membutuhkan keduanya yaitu ilmu pengetahuan dan seni apabila mereka menyeimbangkan fungsi dengan arti kehidupan. Seni merupakan kegiatan yang terjadi oleh proses “cipta - rasa - karsa”. Cipta, dalam seni mengandung pengertian terpadu antara kreativitas (creativity), penemuan (invention), dan inovasi (inovasion) yang sangat dipengaruhi oleh “rasa” (emotion and feeling). Rasa, timbul karena dorongan kehendak naluri yang disebut “karsa”. Karsa, dapat bersifat personal atau kolektif, tergantung dari lingkungan serta budaya masyarakat (But Muchtar, 1985).  Ilmu pengetahuan dan seni menyediakan manusia pada jalan yang saling mengisi. Keduanya mengandung fikiran kreatif dan pemecahan masalahnya. Ilmu pengetahuan mencari jawaban terhadap pertanyaan tentang aspek luar, dunia fisika; jawaban untuk ini menjadi bentuk dasar dari kemajuan teknologi kita sekarang. Sementara seni menggambarkan perkembangan dari dunia dalam kita yakni; intuisi, emosional, spiritual dan aspek kreatif dari manusia. Dunia nyata dijelaskan melalui ilmu pengetahuan dan diungkap melalui karya seni. Manusia membutuhkan keduanya yaitu ilmu pengetahuan dan seni apabila mereka menyeimbangkan fungsi dengan arti kehidupan. Seni merupakan kegiatan yang terjadi oleh proses “cipta - rasa - karsa”. Cipta, dalam seni mengandung pengertian terpadu antara kreativitas (creativity), penemuan (invention), dan inovasi (inovasion) yang sangat dipengaruhi oleh “rasa” (emotion and feeling). Rasa, timbul karena dorongan kehendak naluri yang disebut “karsa”. Karsa, dapat bersifat personal atau kolektif, tergantung dari lingkungan serta budaya masyarakat (But Muchtar, 1985).
Praktik Studio Sebagai Metode Penciptaan Monodrama Nasib Sial Seorang Badut Prayuda, Jerry; Saaduddin, Saaduddin; Yuniarni, Yuniarni
Creativity And Research Theatre Journal Vol 6, No 2 (2024): Creativity And Research Theatre Journal (CARTJ)
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/cartj.v6i2.4474

Abstract

Pemeranan tokoh badut dalam monodrama membutuhkan pendekatan mendalam untuk menciptakan karakter yang kuat. Dalam lakon monodrama"Nasib Sial Seorang Badut" karya Agus Noor, kisah seorang badut yang menghadapi berbagai tantangan hidup diwujudkan dengan menggunakan metode praktik studio. Dalam praktiknya, penelitian ini bertujuan mengeksplorasi berbagai kemungkinan yang didapatkan dalam proses praktik tersebut. Menggunakan tahapan studi pustaka, pengumpulana data, pengolahan data dan praktik studio, emphasis kekaryaan menekankan studi acting realisme dan kolaborasi teknologi media sebagai kekuatan kekaryaan.
Pemeranan Tokoh Raja dalam Naskah Prabu Maha Anu Karya Robert Pinget Terjemahan Saini KM Menggunakan Teknik Akting Stanislavsky Petrodinata, Regi; Jihadul, Hendri; Yuniarni, Yuniarni
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 10, No 2 (2024): Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v10i2.4426

Abstract

Naskah drama "Prabu Maha Anu" karya Robert Pinget yang diterjemahkan oleh Saini KM, menggali tema eksistensial melalui tokoh-tokoh yang berjuang mencari arah dan makna hidup. Fokus pada karakter Raja, peran ini diperankan menggunakan teknik akting Stanislavsky, khususnya metode "magic if", untuk mengembangkan karakter yang kompleks dan karikatural. Pemeranan ini bertujuan untuk mencerminkan absurditas yang digambarkan dalam skrip, menonjolkan tujuan hidup tokoh yang tidak jelas dan pergulatan eksistensialnya. Proses ini melibatkan eksplorasi teks yang mendalam dan interpretasi karakter, membedakan penampilan ini dari yang sebelumnya dan menawarkan penggambaran yang lebih hidup dan relevan dengan tema naskah. Pendekatan ini tidak hanya menghidupkan peran tetapi juga memperkuat diskursus eksistensial skrip
Struktur Dramatik Lakon Orang-Orang Setia Karya Iswadi Pratama Gusrizal, Gusrizal; Yuniarni, Yuniarni
Creativity And Research Theatre Journal Vol 7, No 2 (2025): Creativity And Research Theatre Journal (CARTJ)
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/cartj.v7i2.6236

Abstract

Penelitian ini mencoba melihat naskah Orang-Orang Setia karya Iswadi Pratama bukan lagi sebagai sebuah drama tetapi sebagai mesin kritik sosial. Fokusnya bukan sekadar membedah alur, melainkan melihat bagaimana dramaturgi realis-simbolik di dalamnya membenturkan nasib manusia-manusia marginal dengan tembok kekuasaan yang dingin. Tujuannya adalah untuk menelusuri bagaimana ketegangan dibangun secara pelan tapi pasti melalui dialog antara Rahman dan Sarmin. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan interpretative serta analisis tekstual, setiap elemen dibedah ,mulai dari pemicu konflik yang ganjil hingga klimaks yang menyesakkan. Hasilnya menunjukkan sebuah temuan menarik: naskah ini tidak digerakkan oleh satu orang, melainkan oleh dua tokoh utama yang saling mengunci dalam satu pusaran alur. Struktur ini ternyata bukan cuma soal urusan teknis panggung, tapi adalah ‘senjata’ artistik yang sengaja dirancang untuk menelanjangi ironi penggusuran serta carut-marut ketidakadilan sistemik. Temuan ini pada akhirnya menegaskan bahwa kekuatan naskah ini terletak pada arsitektur dramanya yang mampu bicara jujur soal isu sosial tanpa harus kehilangan bobot estetikanya dalam lanskap teater realis Indonesia.