Kadar asam urat yang tinggi merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada usia produktif, termasuk guru dan tenaga kependidikan (tendik) dengan beban kerja tinggi dan aktivitas fisik rendah. Deteksi dini diperlukan untuk mencegah komplikasi metabolik. Selain itu, edukasi mengenai pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) melalui inovasi teh herbal, dapat menjadi alternatif pengelolaan mandiri asam urat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan skrining kadar asam urat dan tekanan darah pada guru dan tendik SDN 149 Palembang, serta memperkenalkan teh herbal dari TOGA. Metode pelaksanaan program dilakukan dengan pendekatan partisipatif yang mengedepankan keterlibatan aktif warga sekolah sejak perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi kegiatan sebagai subjek utama dalam proses pembelajaran. Program meliputi penyuluhan, demonstrasi pembuatan teh herbal, pemeriksaan kesehatan, dan penyerahan bibit TOGA. Hasil menunjukkan rerata usia peserta 47,9 tahun. Hasil evaluasi pre dan posttest penyuluhan menunjukkan pengetahuan peserta meningkat signifikan setelah edukasi. Hasil skrining menunjukkan sebanyak 68,7% memiliki kadar asam urat tinggi, sedangkan tekanan darah terbagi menjadi 15,6% normal, 31,3% prahipertensi, 31,3% hipertensi derajat 1, dan 21,8% hipertensi derajat 2. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman mengenai pencegahan hiperurisemia berbasis TOGA. Pembagian bibit TOGA diharapkan menjadi langkah berkelanjutan untuk mendukung gaya hidup di lingkungan sekolah.
Copyrights © 2025