Rendahnya partisipasi dan keterikatan remaja terhadap kegiatan masjid menjadi tantangan serius dalam pembinaan generasi muda Muslim di tingkat komunitas. Kondisi ini juga dialami oleh Remaja Masjid Al-Ikhlas Cibuntu Cicurug Sukabumi, yang menunjukkan minimnya keterlibatan dalam aktivitas keagamaan dan sosial masjid. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat pendidikan Islam kontekstual melalui sinergi antara Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Ikhlas dan masyarakat dalam pembinaan remaja masjid. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan pengurus DKM, remaja masjid, dan tokoh masyarakat melalui tahapan identifikasi masalah, perencanaan tindakan, pelaksanaan program, serta refleksi dan evaluasi. Program pembinaan dilaksanakan dalam bentuk kajian tematik interaktif, mentoring keagamaan, pelatihan literasi keislaman, dan kegiatan sosial kemasyarakatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan partisipasi remaja, kualitas pemahaman keagamaan yang lebih kontekstual, serta berkembangnya karakter religius dan kepedulian sosial. Pembahasan menegaskan bahwa pendidikan Islam kontekstual berbasis partisipasi komunitas efektif dalam membangun keterikatan remaja dengan masjid. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa sinergi DKM dan masyarakat berperan strategis dalam penguatan pembinaan remaja masjid. Disarankan agar model pembinaan ini dikembangkan secara berkelanjutan dan direplikasi di masjid lain dengan penyesuaian konteks lokal.
Copyrights © 2026