Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

IMPLEMENTATION OF CHARACTER EDUCATION IN EFFORTS TO FORM STUDENTS' INDEPENDENCE AT TAHFIDZ AL-QUR'AN ISLAMIC BOARDING SCHOOL DAARUL 'ULUUM LIDO Malik, Muhamad Ibnu
Jurnal Kajian Pendidikan dan Psikologi Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Kajian Pendidikan Dan Psikologi
Publisher : PT Altin Riset Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61397/jkpp.v1i2.41

Abstract

The aim of this research was to see how the implementation of character education was used to help students at the Tahfizh Al-Qur'an Islamic Boarding School Daarul 'Uluum Lido Bogor currently become more independent. Approaches used in research This uses a descriptive approach with qualitative methods because,  with approaches and methods studied, it can produce data in the form of written words or direct verbal observations in the study field. Results and findings of research show that institutions boarding schools implement education character by organizing and moving students in a disciplined manner through activities like wake-up time sleep, praying congregation, memorizing the Qur’an, studying, doing activities in the dormitory, and returning to the hostel until meeting time to go back to sleep. The supporting and inhibiting factors for implementing these activities are related to the level of concern and attention that educators have for students, and vice versa, namely students' concern for educators. The inhibiting factors can be found in internal factors found in the students themselves, as well as external factors originating from the environment, teachers, or even the parents of each student.
Analysis of Usury in the Modern Financial System, a Fiqh Muamalah Perspective Nurhapidah; M. Ridwan Alwi; Nazwa Nanda Saputri; Muhamad Ibnu Malik
Aimmah: Social Sciences Journal Vol. 1 No. 4 (2025)
Publisher : Konsultan Jurnal Ilmiah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63738/aimmah.v1i4.27

Abstract

Riba is a practice that is strictly prohibited in Islam due to its inherent elements of injustice and economic exploitation. In the context of the modern financial system, riba is often embedded in various financial instruments such as bank interest, consumer credit, and other financing products, which has led to ongoing debates among scholars and practitioners of Islamic finance. This study aims to analyze the concept of riba within the modern financial system from the perspective of fiqh muamalah. The research employs a literature review method by examining primary and secondary sources, including the Qur’an, Hadith, classical and contemporary fiqh muamalah literature, fatwas issued by the National Sharia Council of the Indonesian Ulema Council (DSN-MUI), as well as relevant academic books and journal articles. The findings indicate that, in principle, riba in modern financial practices shares the same legal cause (‘illat) as the riba prohibited in fiqh muamalah, namely the existence of predetermined additional returns without proportional risk or productive effort. However, differences in scholarly opinions persist regarding the application and boundaries of riba in modern financial products due to the complexity of today’s economic system. Therefore, strengthening the understanding of fiqh muamalah and developing Islamic financial systems are essential to provide fair, transparent, and Sharia-compliant alternatives.
Rekonstruksi sosio-kultural dan inovasi pendidikan dalam dinamika kepesantrenan Indonesia pasca-reformasi: Kajian systematic literature review Malik, Muhamad Ibnu; Urwah; Rusmayadi; Erihadiana, Mohamad; Mahmud
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 18 No 3 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v18i3.22002

Abstract

Pesantren, as the oldest Islamic educational institutions in Indonesia, have undergone significant transformation since the post-reform era. This study aims to analyze the forms of socio-cultural reconstruction and educational innovation within the dynamics of Indonesian pesantren using a Systematic Literature Review (SLR) approach. Data were collected from 22 peer-reviewed articles published between 2013 and 2025 through databases such as Google Scholar, DOAJ, Garuda, and university repositories using the Publish or Perish application. The research process consisted of defining research focus and questions, identifying relevant literature, selecting articles based on inclusion and exclusion criteria, extracting data, and conducting thematic synthesis. The findings reveal three major themes of pesantren transformation: (1) socio-cultural reconstruction as an adaptive effort to maintain religious values amid modernity; (2) educational innovation through the integration of classical and modern curricula and the application of digital technologies such as Pedatren and SIPREN; and (3) policy reform that strengthens pesantren’s legitimacy within the national education system. This study concludes that post-reform pesantren have transformed into adaptive, transformative, and globally competitive Islamic educational institutions while maintaining their traditional identity. Abstrak Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia telah mengalami perubahan signifikan sejak era pasca-reformasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk rekonstruksi sosio-kultural dan inovasi pendidikan dalam dinamika kepesantrenan Indonesia dengan menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Data dikumpulkan dari 22 artikel ilmiah terpublikasi pada rentang tahun 2013–2025 melalui basis data Google Scholar, DOAJ, Garuda, dan repositori perguruan tinggi dengan bantuan aplikasi Publish or Perish. Proses penelitian meliputi perumusan fokus riset, identifikasi literatur, seleksi artikel berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, ekstraksi data, serta analisis sintesis tematik. Hasil penelitian menunjukkan tiga tema utama transformasi pesantren, yaitu: (1) rekonstruksi sosio-kultural sebagai upaya adaptasi nilai dan peran sosial pesantren di tengah modernitas; (2) inovasi pendidikan melalui integrasi kurikulum klasik dan modern serta penerapan teknologi digital seperti Pedatren dan SIPREN; dan (3) reformasi kebijakan yang memperkuat legitimasi pesantren sebagai bagian sistem pendidikan nasional. Kajian ini menyimpulkan bahwa pesantren pasca-reformasi bertransformasi menjadi lembaga pendidikan Islam yang adaptif, transformatif, dan berdaya saing global tanpa kehilangan akar tradisinya.
Karakteristik Hukum Mad Asli Dan Mad Far’i Dalam Kajian Ilmu Tajwid Heti Sumi Lestari; Neuneu Nurlaela Hasanah; Revika Khoerunnisa; Iin Indriani; Muhamad Ibnu Malik
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2025): 2025
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v1i2.631

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh signifikansi pemahaman yang komprehensif terhadap hukum bacaan mad, khususnya karakteristik yang membedakan mad asli (mad thabi'i) dan mad far'i, dalam upaya mencapai akurasi, keabsahan, dan keindahan bacaan Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam karakteristik esensial dari kedua jenis mad tersebut melalui pendekatan studi kepustakaan (*library research*), dengan menyintesis temuan dari berbagai literatur primer dan sekunder terkait tahsin Al-Qur’an yang terbit dalam dekade terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa mad asli merupakan fondasi utama dalam ilmu tajwid, dicirikan oleh sebab kemunculannya yang intrinsik (adanya huruf mad), durasi baku sepanjang dua harakat, dan hukum baca yang bersifat wajib. Sementara itu, mad far'i muncul sebagai konsekuensi dari faktor eksternal seperti hamzah, sukun, atau waqaf, sehingga memiliki variasi durasi (mulai dari 2 hingga 6 harakat) dan tingkat kewajiban yang beragam (wajib, jaiz, harus). Kompleksitas mad far'i ini juga erat kaitannya dengan keragaman qiraat dan pertimbangan balaghah. Simpulan penelitian menegaskan bahwa penguasaan konsep mad asli yang solid merupakan prasyarat fundamental sebelum mempelajari ragam dan nuansa mad far'i. Implikasi penelitian ini mengarah pada pentingnya pengembangan materi ajar, kurikulum, dan metodologi pembelajaran tahsin yang lebih sistematis, bertahap, dan mengakomodasi konteks qiraat. Hal ini diharapkan dapat menjembatani kesenjangan antara kedalaman teori ilmu tajwid yang kaya dengan praktik pembelajarannya di berbagai lembaga pendidikan, sehingga melahirkan generasi penghafal dan pembaca Al-Qur’an yang tidak hanya fasih secara teknis, tetapi juga mendalam dalam penghayatan makna dan keindahan lafaznya. ini juga erat kaitannya dengan keragaman qiraat dan pertimbangan balaghah. Simpulan penelitian menegaskan bahwa penguasaan konsep mad asli yang solid merupakan prasyarat fundamental sebelum mempelajari ragam dan nuansa mad far'i. Implikasi penelitian ini mengarah pada pentingnya pengembangan materi ajar, kurikulum, dan metodologi pembelajaran tahsin yang lebih sistematis, bertahap, dan mengakomodasi konteks qiraat. Hal ini diharapkan dapat menjembatani kesenjangan antara kedalaman teori ilmu tajwid yang kaya dengan praktik pembelajarannya di berbagai lembaga pendidikan, sehingga melahirkan generasi penghafal dan pembaca Al-Qur’an yang tidak hanya fasih secara teknis, tetapi juga mendalam dalam penghayatan makna dan keindahan lafaznya.
Tinjauan Ilmiah Alif-Lam Syamsiyyah Dan Qamariyyah Dalam Literatur Tajwid: Kajian Terminologi Dan Aplikatif Nurmukhlis Fauzi; Nur Agnia Rahmah; Neng Alfiah Nurlaili; Mulyana; Muhamad Ibnu Malik
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2025): 2025
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v1i2.665

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan tinjauan ilmiah yang komprehensif terhadap konsep alif-lam syamsiyyah dan qamariyyah dalam khazanah literatur tajwid. Konsep fundamental dalam ilmu bacaan Al-Qur’an ini kerap diajarkan dengan pendekatan hafalan, yang berpotensi menimbulkan kesenjangan pemahaman terminologis dan aplikasi praktis. Dengan metode penelitian kualitatif studi kepustakaan (library research) berdesain deskriptif-analitis, kajian ini menganalisis kitab-kitab tajwid otoritatif klasik dan kontemporer sebagai sumber data primer, didukung oleh artikel jurnal akademik yang relevan. Analisis data menggunakan analisis isi dan analisis tematik. Temuan menunjukkan konsistensi kuat dalam jumlah dan identitas huruf penyusun kedua hukum sepanjang periode sejarah, yang mencerminkan terjaganya ilmu naqli ini. Namun, ditemukan pergeseran penekanan konseptual: literatur klasik berfokus pada aspek fonetik dalam konteks ilmu qira’at yang lebih luas, sedangkan literatur modern mengadopsi penyajian yang lebih pedagogis dan terpisah. Pergeseran ini berisiko menciptakan pemahaman yang parsial jika tidak diimbangi dengan penjelasan rasional landasan fisiologis (makhārij). Oleh karena itu, penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan pengajaran integratif, yang memadukan ketelitian terminologi klasik dengan kejelasan pedagogis modern, sangat penting untuk membangun pemahaman yang komprehensif dalam ilmu tajwid.
Strategi Guru dalam Meningkatkan Disiplin Beretika Siswa PaudQu Darussa’adah Cidahu Sukabumi Sintia Agustin; Anisa Amelia; Ai Risma Nurfadilah; Gholib Ilham Hidayat; Muhammad Raihan Wiransyah; Muhamad Ibnu Malik
Journal Educational Research and Development | E-ISSN : 3063-9158 Vol. 3 No. 1 (2026): Juli - September
Publisher : GLOBAL SCIENTS PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ethical discipline is one of the essential foundations in early childhood character formation because it is closely related to children’s habits in following rules, behaving politely, taking responsibility, and showing respect to others. This study was conducted to examine the strategies used by teachers to improve students’ ethical discipline at PaudQu Darussa’adah Cidahu Sukabumi. A qualitative approach with a case study design was employed in this research. Data were gathered through observation, interviews, and documentation involving teachers and the school principal as key informants. The findings indicate that teachers applied several strategies, including giving daily reminders and guidance, providing advice and reprimands when children made mistakes, encouraging children to recite istighfar after hurting their peers, and guiding them to apologize as a form of responsibility. The study also found that one of the main challenges in shaping ethical discipline was the influence of the home and surrounding environment, which did not always support the positive habits developed at school. These findings suggest that strengthening ethical discipline in early childhood requires consistent habituation, a persuasive approach, reinforcement of religious values, and collaboration between school and family.