Urgensi penelitian ini terletak pada semakin kompleksnya tantangan pendidikan di era digital yang dihadapi Generasi Alpha, sehingga guru dituntut tidak hanya menguasai aspek kognitif, tetapi juga memiliki kompetensi pedagogik dalam mengelola kecerdasan emosional peserta didik sebagai fondasi bagi pembentukan karakter, keterampilan sosial, dan kesiapan menghadapi dinamika kehidupan modern. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kompetensi pedagogik guru dalam pengelolaan kecerdasan emosional peserta didik Generasi Alpha di kelas I SDN Tegalkembang. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Model analisis data Miles dan Huberman meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah menunjukkan kompetensi pedagogik yang kuat dalam tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Guru mampu mengidentifikasi kebutuhan emosional peserta didik, merancang kegiatan pembelajaran yang mendukung emosi positif, serta menciptakan suasana kelas yang menyenangkan dan penuh empati. Pada tahap evaluasi, guru secara konsisten melakukan refleksi pembelajaran serta memantau perkembangan emosional peserta didik melalui komunikasi intensif dengan orang tua dan observasi harian, meskipun belum didukung format evaluasi tertulis secara khusus. Penelitian ini juga mengungkap lima tantangan utama yang dihadapi guru, yaitu pengaruhnegatif dari lingkungan luar sekolah, rendahnya keterlibatan keluarga, minimnya pembiasaan nilai agama di rumah, paparan media sosial yang tidak terkontrol, dan keterbatasan sekolah dalam mengawasi interaksi peserta didik di luar jam belajar. Temuan ini menegaskan pentingnya sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat untuk mendukung pengembangan kecerdasan emosional anak secara berkelanjutan. Secara keseluruhan, praktik pedagogik yang diterapkan guru di SDN Tegalkembang mencerminkan pendekatan yang menyeluruh terhadap perkembangan emosional, kognitif, dan sosial peserta didik Generasi Alpha, serta menjadi contoh nyata penerapan pendidikan dasar yang holistik dan kontekstual.
Copyrights © 2025