Pendidikan seni rupa di sekolah dasar memiliki dampak yang signifikan terhadap perkembangan karakter dan kreativitas siswa. Efektivitas pembelajarannya sering kali terhambat oleh berbagai tantangan, terutama di sekolah-sekolah yang berada di daerah pedesaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi guru mengenai tantangan yang mereka hadapi serta strategi yang digunakan dalam melaksanakan pembelajaran seni rupa di sekolah dasar pedesaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi, dengan partisipan 12 guru sekolah dasar di Kabupaten Enrekang yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan wawancara mendalam semi-terstruktur untuk menggali pengalaman guru terkait bentuk-bentuk tantangan dalam pembelajaran serta strategi adaptif yang mereka terapkan. Analisis data dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menghadapi tantangan berupa keterbatasan alat dan bahan, rendahnya kompetensi guru dalam bidang seni rupa, minimnya pelatihan, rendahnya minat siswa pada aspek teori, kondisi ekonomi keluarga, serta ketidaksesuaian kurikulum dengan konteks pedesaan. Adapun strategi yang diterapkan guru meliputi pemanfaatan bahan alam sekitar, penggunaan metode dan pendekatan kontekstual, serta pembelajaran berbasis praktik yang disesuaikan dengan kondisi sekolah. Temuan penelitian ini menegaskan perlunya dukungan fasilitas, pelatihan guru, serta pengembangan pembelajaran seni rupa yang kontekstual dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025