Civics Education (PPKn) often faces stagnation due to the dominance of conventional verbalistic methods, implying low student cognitive engagement. This study aims to revitalize the learning process through the implementation of the Project-Based Learning (PjBL) model to improve students' critical and analytical thinking skills. Using a qualitative approach with a descriptive design, this study involved lecturers and sixth-semester students of the Civics Education Study Program at Universitas Wisnuwardhana Malang as research subjects. Data collection was carried out through triangulation techniques covering in-depth interviews, observations, and documentation. The results showed that the application of PjBL successfully transformed the learning paradigm from teacher-centered to student-centered. Despite time management constraints at the initiation stage, students showed a significant increase in enthusiasm, independence, and Higher Order Thinking Skills. This is indicated by students' ability to formulate problems, synthesize information, and produce innovative and precise project solutions. It is concluded that PjBL is effective as a strategic instrument to sharpen critical reasoning, increase self-efficacy, and strengthen students' collaborative competence in facing professional world challenges. ABSTRAK Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) sering kali dihadapkan pada stagnasi akibat dominasi metode konvensional yang verbalistik, sehingga berimplikasi pada rendahnya keterlibatan kognitif mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk merevitalisasi proses pembelajaran tersebut melalui implementasi model Project-Based Learning (PjBL) guna meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan analitis mahasiswa. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif, penelitian ini melibatkan dosen dan mahasiswa semester VI Program Studi PPKn di Universitas Wisnuwardhana Malang sebagai subjek penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui triangulasi teknik yang meliputi wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PjBL berhasil mentransformasi paradigma pembelajaran dari berpusat pada dosen menjadi berpusat pada mahasiswa. Meskipun terdapat kendala manajemen waktu pada tahap inisiasi, mahasiswa menunjukkan peningkatan signifikan dalam antusiasme, kemandirian, dan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Hal ini terindikasi dari kemampuan mahasiswa dalam memformulasi masalah, menyintesis informasi, serta menghasilkan solusi proyek yang inovatif dan presisi. Disimpulkan bahwa PjBL efektif sebagai instrumen strategis untuk menajamkan daya nalar kritis, meningkatkan efikasi diri, serta memperkuat kompetensi kolaboratif mahasiswa sebagai bekal menghadapi tantangan dunia profesional.
Copyrights © 2025