Penelitian ini bertujuan menganalisis permasalahan fokus dan konflik sosial dalam kegiatan storytelling menggunakan media wayang di TK Pelangi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif melalui observasi partisipan. Data dianalisis secara deskriptif untuk mengidentifikasi pola penurunan fokus dan bentuk konflik sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media wayang meningkatkan antusiasme awal anak, namun fokus menurun pada pertengahan kegiatan akibat durasi yang panjang dan kurangnya variasi penyampaian. Penurunan fokus ditandai dengan perilaku tidak memperhatikan storyteller, berbicara dengan teman, dan berpindah tempat duduk. Selain itu, muncul konflik sosial ringan seperti berebut giliran memegang wayang yang dipicu oleh daya tarik media dan kemampuan regulasi diri anak yang belum berkembang optimal. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan durasi, variasi penyampaian cerita, serta scaffolding sosial agar storytelling berbasis media wayang berlangsung efektif dan kondusif.
Copyrights © 2026