Perubahan sistem pembelajaran akibat perkembangan teknologi dan pandemi COVID-19 telah mendorong perguruan tinggi untuk mengadopsi pembelajaran daring secara luas. Perubahan ini menuntut mahasiswa untuk menyesuaikan diri, khususnya dalam aspek kemandirian belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pembelajaran daring terhadap kemandirian belajar mahasiswa, yang mencakup kemampuan mengatur waktu, inisiatif dalam belajar, tanggung jawab terhadap tugas, serta pencarian dan evaluasi informasi secara mandiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei deskriptif. Sampel sebanyak 120 mahasiswa dari berbagai program studi diambil secara purposive, dengan kriteria memiliki pengalaman mengikuti pembelajaran daring minimal dua semester. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring yang disusun berdasarkan indikator kemandirian belajar. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan korelasi Pearson untuk mengukur hubungan antara intensitas pembelajaran daring dan tingkat kemandirian belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa mengalami peningkatan kemandirian belajar selama mengikuti pembelajaran daring. Sebanyak 68% responden menyatakan mampu belajar lebih mandiri karena fleksibilitas waktu dan akses materi. Analisis korelasi menunjukkan hubungan positif yang signifikan antara keterlibatan aktif dalam pembelajaran daring dengan kemandirian belajar mahasiswa (r = 0,62; p < 0,01). Namun, masih terdapat tantangan berupa keterbatasan interaksi sosial dan kesulitan menjaga motivasi belajar. Kesimpulannya, pembelajaran daring berpotensi mendukung pengembangan kemandirian belajar mahasiswa, asalkan didukung dengan strategi pembelajaran yang efektif dan interaktif.
Copyrights © 2025