Gerakan radikalisme yang berujung pada aksi terorisme akhir-akhir ini menjadi semakin penting, khususnya bagi umat Islam Indonesia. Dengan menanamkan suasana tertentu di kalangan penduduk, terorisme merupakan taktik yang berupaya mengubah sistem pemerintahan, sosial, politik, ekonomi, dan budaya yang ada sesuai dengan tujuan yang ditetapkan oleh pelakunya. Karena itu, Islam dianggap sebagai agama kekerasan dan dituduh menggunakan kekerasan untuk menyebarkan ajarannya. Islam dianggap sebagai agama yang berbahaya karena diyakini menimbulkan konflik dan perpecahan. Tugas guru PAI ditekankan pada penguatan materi mental spiritual dan perbaikan akhlaq peserta didik. Oleh karen itu guru pendidikan islam dituntut untuk dapat menanamkan nilai–nilai keislaman dan mencegah tindakan kekerasan pada peserta didik, untuk itu perlu adanya strategi untuk menangkal paham radikal dilingkungan sekolah, oleh karena itu guru PAI bisa mengajarkan nilai-nilai anti-radikalisme kepada peserta didik khusunya di SMP N 2 Palang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa strategi guru PAI dilaksanakan untuk menangulangi bahaya paham radikalisme dengan membentuk kebiasaan melalui pengajaran keagamaan, membiasakan berempati pada sesama, menanamkan cinta kepada agama dan tanah air serta memperkuat sikap tasamuh dan tarahum.Penelitian ini memiliki keterbatasan wilayah penelitian yaitu di SMP N 2 Palang, sehingga hasil penelitian tidak dapat digeneralisasi. Untuk penelitian selanjutnya bisa meneliti lebih spesifik seperti pengaruh bahaya radikalisme secara komprehensif dan memuat materi nilai-nilai anti radikalisme disetiap pembelajaran disekolah.
Copyrights © 2025