Sungai Singkil merupakan ruang hidup sekaligus jalur peradaban yang membentuk identitas sosial, budaya, dan religius masyarakat Aceh Singkil dan Subulussalam sejak masa lampau. Namun, arus modernisasi, perubahan tata ruang, serta degradasi lingkungan berpotensi melemahkan kesadaran kolektif terhadap nilai historis dan kultural sungai tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui program Ekspedisi Sungai Singkil yang diselenggarakan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah I pada 12–15 November 2025. Metode pengabdian dilakukan dengan pendekatan partisipatif dan lintas disiplin, melibatkan akademisi, peneliti, jurnalis, budayawan, serta komunitas lokal. Bentuk kegiatan meliputi penelusuran jalur sungai dan pesisir, observasi langsung aktivitas budaya masyarakat, dokumentasi tradisi lisan dan kesenian lokal, diskusi publik, serta seminar kebudayaan. Ekspedisi ini juga mengunjungi situs-situs bersejarah penting seperti makam Hamzah Fansuri, kompleks makam Kerajaan Kuta Baharu, serta empat pulau terdepan Singkil Utara. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat dan peserta terhadap Sungai Singkil sebagai ruang peradaban, sumber pengetahuan lokal, dan modal sosial bagi pemajuan kebudayaan. Selain itu, kegiatan ini menghasilkan dokumentasi budaya dan rekomendasi awal bagi pengembangan pendidikan sejarah lokal dan pariwisata budaya berbasis sungai. Program pengabdian ini diharapkan berkontribusi pada upaya pelestarian warisan budaya, penguatan identitas kultural masyarakat Singkil, serta pembangunan kebudayaan yang berkelanjutan.
Copyrights © 2025