Latar Belakang: Perilaku tidak aman merupakan tindakan atau kebiasaan pekerja yang meningkatkan risiko kecelakaan kerja, seperti bekerja tanpa memperhatikan prinsip keselamatan, tidak menggunakan alat pelindung diri, menggunakan peralatan yang tidak sesuai, bekerja dengan kecepatan yang tidak standar, hingga dipengaruhi kondisi fisik dan emosional yang tidak stabil. Tujuan: Mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap, dan pengawasan dengan perilaku tidak aman pada pekerja produksi di departemen pengisian PT X tahun 2025. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel adalah total populasi, yaitu seluruh 30 pekerja departemen pengisian. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square, dengan nilai p ≤ 0,05 sebagai batas signifikansi. Hasil: Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dengan perilaku tidak aman (p = 0,042), sikap dengan perilaku tidak aman (p = 0,042), serta pengawasan dengan perilaku tidak aman (p = 0,017). Saran: Perusahaan disarankan memberikan penghargaan kepada pekerja yang konsisten menerapkan prosedur operasi standar serta menyelenggarakan pendidikan terkait dampak perilaku tidak aman. Upaya ini diharapkan meningkatkan kesadaran pekerja bahwa kecelakaan kerja dapat memengaruhi produktivitas dan kemajuan perusahaan. Kata kunci: Pengawasan, Pengetahuan, Perilaku Tidak Aman, Sikap
Copyrights © 2025