Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

HUBUNGAN HIGIENE SANITASI DENGAN KEBERADAAN Escherichia coli PADA MINUMAN (LITERATUR REVIEW) Hamida, Indah
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 9, No 1: Februari 2024 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v9i1.1187

Abstract

Latar Belakang : Bakteri Escherichia coli merupakan mikroorganisme indikator yang dipakai di dalam analisis air untuk menguji adanya pencemaran oleh tinja, tetapi untuk media penyebarannya tidak selalu melalui air, melainkan melalui kegiatan tangan ke mulut atau dengan pemindahan pasif melalui makanan atau minuman. salah satu syarat makanan dengan higiene dan sanitasi yang baik harus mengandung angka Escherichia coli sebanyak 0/gr contoh makanan. Tujuan :  Penulisan Literatur Review ini melihat hubungan hygiene sanitasi dengan keberadaan Escherichia coli pada minuman. Metode : Jenis penelitian ini adalah kajian literatur, yaitu metode penelitian dengan cara merangkum pustaka empiris atau teoritis untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif. Tahap review ini meliputi identifikasi masalah, pencarian literatur, pengolahan dan penyajian. Hasil : Berdasarkan hasil review dari 7 jurnal terdapat 6 jurnal yang memiliki hubungan antara higiene sanitasi dengan keberadaan Escherichia coli pada minuman, dan terdapat 1 jurnal yang menyatakan tidak ada hubungan antara higiene sanitasi dengan keberadaan Escherichia coli pada minuman.    Saran:  Diharapkan untuk lebih menggali informasi tentang higiene sanitasi yang baik serta keberadaan Escherichia coli pada minuman bisa melalui media sosial karena itu merupakan hal yang penting untuk mencegah gangguan pada pencernaan yang disebabkan Escherichia coli. Kata Kunci : Higiene Sanitasi, Escherichia Coli, Minuman 
HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DAN KEBERADAAN Candida albicans DENGAN GEJALA KEPUTIHAN PADA REMAJA (LITERATUR REVIEW) Hamida, Indah
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 9, No 2: Agustus 2024 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v9i2.1255

Abstract

Latar Belakang:  Candida albicans merupakan salah satu spesies yang paling patogen dan sering menimbulkan vaginitis pada wanita dengan gejala utama keputihan. Sebanyak 75% wanita di Indonesia pernah mengalami keputihan minimal satu kali dalam hidupnya dan setengah diantaranya mengalami keputihan sebanyak dua kali atau lebih.  Salah satu perawatan yang penting adalah menjaga kebersihan genetalia, karena kurangnya kualitas personal hygiene dapat menyebabkan terjadinya keputihan. Tujuan: Penulisan Literature Review ini melihat hubungan personal hygiene dan keberadaan candida albicans dengan gejala keputihan pada remaja. Metode: Jenis penelitian ini adalah kajian literature, yaitu metode penelitian dengan cara merangkum Pustaka empiris atau teoritis untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif. Tahap Review ini ini meliputi identifikasi masalah, pencarian literatur, pengolahan dan penyajian dengan mereview 7 jurnal. Hasil: Berdasarkan hasil review dari 7 jurnal, semua jurnal menyatakan ada hubungan antara Personal Hygiene dan Keberadaan Candida albicans dengan Gejala Keputihan pada Remaja. Saran : Diharapkan untuk lebih menggali informasi tentang personal hygiene yang baik serta  keberadaan Candida albicans pada remaja bisa melalui media sosial karena itu merupakan hal yang penting untuk mencegah pertumbuhan Candida albicans. Kata Kunci : Personal Hygiene, Candida albicans, Keputihan
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PENGAWASAN DENGAN PERILAKU TIDAK AMAN DI BAGIAN PRODUKSI Artati, Yuni; Dewi, Lisneni; Hamida, Indah
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 17, No 2 (2025): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v17i2.1511

Abstract

Latar Belakang: Perilaku tidak aman merupakan tindakan atau kebiasaan pekerja yang meningkatkan risiko kecelakaan kerja, seperti bekerja tanpa memperhatikan prinsip keselamatan, tidak menggunakan alat pelindung diri, menggunakan peralatan yang tidak sesuai, bekerja dengan kecepatan yang tidak standar, hingga dipengaruhi kondisi fisik dan emosional yang tidak stabil. Tujuan: Mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap, dan pengawasan dengan perilaku tidak aman pada pekerja produksi di departemen pengisian PT X tahun 2025. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel adalah total populasi, yaitu seluruh 30 pekerja departemen pengisian. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square, dengan nilai p ≤ 0,05 sebagai batas signifikansi. Hasil: Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dengan perilaku tidak aman (p = 0,042), sikap dengan perilaku tidak aman (p = 0,042), serta pengawasan dengan perilaku tidak aman (p = 0,017). Saran: Perusahaan disarankan memberikan penghargaan kepada pekerja yang konsisten menerapkan prosedur operasi standar serta menyelenggarakan pendidikan terkait dampak perilaku tidak aman. Upaya ini diharapkan meningkatkan kesadaran pekerja bahwa kecelakaan kerja dapat memengaruhi produktivitas dan kemajuan perusahaan. Kata kunci: Pengawasan, Pengetahuan, Perilaku Tidak Aman, Sikap
Gambaran Hasil Pemeriksaan Tes Cepat Molekuler Mycrobacterium Tuberculosis di RSUD Tugu Jaya Hamida, Indah; Yonita, Maria Regina Tri; Warsinah
Avicenna: Jurnal Ilmiah Vol. 20 No. 3 (2025): Avicenna: Jurnal Ilmiah
Publisher : Public Health Department, Faculty of Health Science University Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/avicenna.v20i3.9522

Abstract

T Background : Tuberculosis (TB) remains a major public health problem worldwide, particularly in developing countries such as Indonesia. Early detection is essential in controlling TB transmission. Method : This study aimed to describe the results of pulmonary TB examinations using the GeneXpert Molecular Rapid Test (TCM) method at RSUD Tugu Jaya. This research used a descriptive quantitative design with a total sampling technique, involving 400 patient samples. Pulmonary tuberculosis examination was performed using the GeneXpert rapid molecular test (TCM), which is based on an automated real-time PCR method. Results : The results showed that out of 400 patients, 353 (88.25%) were negative for TB, 46 (11.5%) were positive for Mycobacterium tuberculosis (MTB) with rifampicin sensitivity, and 1 (0.25%) was positive for MTB with rifampicin resistance. Age distribution revealed that the productive age group (15–50 years) had more active TB cases than other groups. Based on gender, males showed a higher proportion of TB cases than females. Conclusion : In conclusion, the GeneXpert TCM method is effective in detecting pulmonary TB, including drug-resistant TB, emphasizing the need for targeted preventive efforts in productive-age males. Keywords : Molecular Rapid Test, Mycobacterium tuberculosis, Pulmonary Tuberculosis