Latar Belakang: Evaluasi pembelajaran klinik penting dalam pendidikan keperawatan, namun metode konvensional sering kurang transparan dan akurat. Mobile learning berpotensi meningkatkan efektivitas evaluasi. Tujuan: Menilai efektivitas mobile learning sebagai media evaluasi pembelajaran klinik pada mahasiswa keperawatan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain Randomized Controlled Trial (pre-test post-test) di salah satu program studi keperawatan di Indonesia, periode Desember 2022–Mei 2023. Sebanyak 80 mahasiswa dibagi secara acak menjadi kelompok eksperimen (n=40) dan kontrol (n=40). Evaluasi kemampuan kognitif, psikomotor, dan afektif dilakukan menggunakan instrumen standar yang tervalidasi. Analisis data menggunakan Wilcoxon Sign Rank Test dan N-Gain Score Test, dengan p <0,05. Hasil: Kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan kognitif (p=0,002), psikomotor (p=0,011), dan afektif (p=0,005), sementara kelompok kontrol tidak signifikan (p>0,05). Hasil N-Gain Score menunjukkan efektivitas mobile learning: kognitif 80%, psikomotor 78%, afektif 80%, seluruhnya kategori efektif. Saran: Penggunaan mobile learning sebaiknya terus dikembangkan dengan pelatihan berkala bagi dosen dan preseptor, penyempurnaan rubrik penilaian, dan integrasi fitur yang mendukung evaluasi multi-aspek. Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk menguji efektivitas jangka panjang dan pengembangan model evaluasi berbasis teknologi.Kata Kunci: Evaluasi Pembelajaran Klinik, Mahasiswa Keperawatan, Mobile Learning
Copyrights © 2025