Penelitian ini bertujuan menganalisis peran komunikasi organisasi dalam membangun disiplin kerja untuk menjaga produktivitas pegawai di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali. Sebagai lembaga penyelenggara pemilu, KPU memerlukan koordinasi kerja yang efektif dan kepatuhan terhadap prosedur untuk memastikan setiap tahapan pemilu berjalan tepat waktu dan akurat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi organisasi memiliki kontribusi signifikan terhadap peningkatan kedisiplinan dan produktivitas pegawai. Penerapan pola jaringan komunikasi formal pola roda, pola Y, pola melingkar, pola rantai, dan pola Bintang dilaksanakan secara situasional dan saling melengkapi untuk memperkuat koordinasi internal. Pola roda dan rantai efektif menjaga kepatuhan prosedural, pola Y mendukung supervisi, pola melingkar meningkatkan partisipasi dan evaluasi, sedangkan pola bintang mempercepat pengambilan keputusan pada situasi krisis operasional. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan pemilu dipengaruhi oleh kemampuan organisasi mengelola komunikasi secara adaptif dan terstruktur.
Copyrights © 2026