Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengaruh komunikasi interpersonal dalam proses keterbukaan dirimahasiswa Telkom University yang menjadi korban kekerasan seksual. Menggunakan pendekatan kualitatif denganmetode fenomenologi, data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap lima narasumber yang terdiri dari empatmahasiswi informan kunci dan satu informan ahli dari kalangan akademisi dan psikolog. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa komunikasi interpersonal yang empatik, tidak menghakimi, dan memberikan rasa aman berperanpenting dalam mendorong keterbukaan diri korban. Faktor-faktor yang memengaruhi proses ini meliputi tingkatkepercayaan, respons lingkungan sosial, serta kemampuan korban dalam menghadapi ketidakpastian sosial yangkompleks. Di sisi lain, hambatan utama meliputi trauma psikologis, ketakutan terhadap stigma sosial, dan kurangnyadukungan institusi kampus dalam memberikan pendampingan yang memadai. Temuan ini menekankan pentingnyamenciptakan lingkungan kampus yang suportif serta penggunaan pendekatan komunikasi yang sensitif dan berpihakpada korban untuk mendukung proses pemulihan, penguatan mental, serta pemberdayaan korban kekerasan seksualdalam jangka panjang dan berkelanjutan di lingkungan pendidikan tinggi.Kata Kunci: Komunikasi Interpersonal, Kekerasan Seksual, Keterbukaan Diri, Mahasiswa, Trauma, Fenomenologi
Copyrights © 2025