Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

A Study of Betawi Architecture in Setu Babakan, Jakarta Sudarwani, Margareta Maria; Widati, Galuh; G.S, Nousli Betna; Putri, Jessica
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 23, No 1 (2021): Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v23i1.26485

Abstract

Abstract Betawi is one of the indigenous cultures that inhabit the capital city of Jakarta. This culture was born from a fusion of several cultures that came to the Jakarta area. Betawi culture can be seen from the system of customs that are still preserved such as silat, traditional food, community life, and traditional buildings that are still preserved today. This research used a case study of the Betawi cultural area located in Setu Babakan, Srengseng Sawah, South Jakarta. Setu Babakan area is a stronghold of the Betawi cultural heritage site which is still preserved today. The research objectives of the Betawi architectural concept in the Setu Babakan area are as follows: to know the Betawi architectural Concept, to identify the Betawi architectural concept in the Setu Babakan area, and to find solutions related to the application of Betawi architecture concept in architecture buildings today. The research method used a descriptive method based on empirical facts. The data of this research consisted of primary and secondary data obtained from literature and existing field conditions. Betawi culture as the local culture of the capital city of Jakarta is increasingly marginalized, it is even not the majority in its own area. The results of observations on the site of 879 housing units were divided into original houses as much as 22.75% characterized the Betawi architecture and 77.25% did not characterize Betawi architecture. The application of Betawi Architectural Ornaments in the Setu Babakan area, especially seen in the following elements: pendopo or front porch of the house, langkan [Betawi balustrades], hanging lamps, doors, windows, blinds, roofs, and colors.
A Study of Betawi Architecture in Setu Babakan, Jakarta Sudarwani, Margareta Maria; Widati, Galuh; G.S, Nousli Betna; Putri, Jessica
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 23, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v23i1.26485

Abstract

Abstract Betawi is one of the indigenous cultures that inhabit the capital city of Jakarta. This culture was born from a fusion of several cultures that came to the Jakarta area. Betawi culture can be seen from the system of customs that are still preserved such as silat, traditional food, community life, and traditional buildings that are still preserved today. This research used a case study of the Betawi cultural area located in Setu Babakan, Srengseng Sawah, South Jakarta. Setu Babakan area is a stronghold of the Betawi cultural heritage site which is still preserved today. The research objectives of the Betawi architectural concept in the Setu Babakan area are as follows: to know the Betawi architectural Concept, to identify the Betawi architectural concept in the Setu Babakan area, and to find solutions related to the application of Betawi architecture concept in architecture buildings today. The research method used a descriptive method based on empirical facts. The data of this research consisted of primary and secondary data obtained from literature and existing field conditions. Betawi culture as the local culture of the capital city of Jakarta is increasingly marginalized, it is even not the majority in its own area. The results of observations on the site of 879 housing units were divided into original houses as much as 22.75% characterized the Betawi architecture and 77.25% did not characterize Betawi architecture. The application of Betawi Architectural Ornaments in the Setu Babakan area, especially seen in the following elements: pendopo or front porch of the house, langkan [Betawi balustrades], hanging lamps, doors, windows, blinds, roofs, and colors.
Pemanfaatan Warisan Budaya Sebagai Strategi Pengembangan UMKM: Studi Pada Tenun Putri Mas di Bengkalis Avrilia, Bunga Manja; Pratama, Ilham; Mahmudah, Siti; Putri, Jessica; Afriyeni, Puji
Jurnal Sains, Ekonomi, Manajemen, Akuntansi dan Hukum Vol. 2 No. 3 (2025): SAINMIKUM : Jurnal Sains, Ekonomi, Manajemen, Akuntansi dan Hukum, Juni 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/sainmikum.v2i3.973

Abstract

Penelitian ini membahas studi kelayakan bisnis usaha produk Kain Tenun Putri Mas di Desa Sebauk, Bengkalis. Mengembangkan usaha kerajinan tenun tradisional pada usaha Putri Mas Desa Sebauk, Kabupaten Bengkalis. Tujuan dari studi ini adalah untuk menilai kelayakan usaha dari berbagai aspek, termasuk pasar dan pemasaran, teknik dan teknologi, manajemen, sumber daya manusia, serta dampak ekonomi dan sosial. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Penelitian ini dilakukan secara intensif, mendalam dan menyeluruh dengan berada langsung pada objek, khususnya pada pengumpulan data dan berbagai informasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa usaha tenun Putri Mas sudah melakukan inovasi pada produk, proses maupun organisasi dengan baik. Hal ini terlihat dari alat produksi yang digunakannya, selalu berkembangnya variasi produk, serta tenaga kerja yang punya skill. Inovasi yang dilakukan mendapatkan penghargaan serta kepercayaan yang baik dari konsumen. Selain itu, usaha ini juga memberikan dampak positif dan manfaat bagi masyarakat sekitar, baik dari segi ekonomi maupun sosial. Berdasarkan hasil kajian dari semua aspek, dapat disimpulkan bahwa usaha Kain Tenun Putri Mas layak untuk dikembangkan lebih lanjut.
Analisis Pengaruh Inflasi Terhadap Tingkat Pengangguran di Negara Berkembang Cahyati, Cahyati; Sukmalika, Ferlisa; Putri, Jessica; Hendra K, Joni
Journal of Business Inflation Management and Accounting Vol 2, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/bima.v2i1.4521

Abstract

Pengangguran dan inflasi merupakan kedua masalah yang berhubungan dan sering terjadi di setiap negara di dunia. Pada artikel kali ini penulis akan menganalisis mengenai kebijakan pemerintah mengenai tingkat pengangguran yang disebabkan oleh inflasi dengan objek yaitu negara Indonesia. Pada artikel ini penulis menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan perbandingan angka dari beberapa tahun terakhir. Tingkat pengangguran yang tinggi bisa menyebabkan menurunnya pendapatan nasional suatu negara, karena banyaknya pengangguran tingkat kemiskinan juga semakin meningkat .Kemudian tingkat kriminalitas tentu juga akan semakin meningkat. Tingkat inflasi yang tinggi biasa disebabkan oleh, terlalu banyaknya utang dan juga uang beredar pada suatu negara. Inflasi juga menyebabkan harga barang meningkat dan nilai tukar mata uang akan semakin menurun. Artinya, ketika inflasi meningkat, tingkat pengangguran akan menurun, dan sebaliknya. Namun, dari kondisi riil saat ini sudah searah dan sejalan. Kebijakan pemerintah yang bertujuan untuk mengendalikan inflasi perlu mempertimbangkan dampaknya terhadap tingkat pengangguran.
Komunikasi Interpersonal Dalam Proses Keterbukaan Diri Mahasiswa Telkom Univerisity Korban Kekerasan Seksual Putri, Jessica; Ramadhana, Maulana Rezi
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengaruh komunikasi interpersonal dalam proses keterbukaan dirimahasiswa Telkom University yang menjadi korban kekerasan seksual. Menggunakan pendekatan kualitatif denganmetode fenomenologi, data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap lima narasumber yang terdiri dari empatmahasiswi informan kunci dan satu informan ahli dari kalangan akademisi dan psikolog. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa komunikasi interpersonal yang empatik, tidak menghakimi, dan memberikan rasa aman berperanpenting dalam mendorong keterbukaan diri korban. Faktor-faktor yang memengaruhi proses ini meliputi tingkatkepercayaan, respons lingkungan sosial, serta kemampuan korban dalam menghadapi ketidakpastian sosial yangkompleks. Di sisi lain, hambatan utama meliputi trauma psikologis, ketakutan terhadap stigma sosial, dan kurangnyadukungan institusi kampus dalam memberikan pendampingan yang memadai. Temuan ini menekankan pentingnyamenciptakan lingkungan kampus yang suportif serta penggunaan pendekatan komunikasi yang sensitif dan berpihakpada korban untuk mendukung proses pemulihan, penguatan mental, serta pemberdayaan korban kekerasan seksualdalam jangka panjang dan berkelanjutan di lingkungan pendidikan tinggi.Kata Kunci: Komunikasi Interpersonal, Kekerasan Seksual, Keterbukaan Diri, Mahasiswa, Trauma, Fenomenologi