This study aims to analyze the improvement of parenting patterns carried out concerning bullying behavior at MTsN 2 Simeulue. This research uses a qualitative method. The results conclude that among the various types of bullying behaviors committed by perpetrators, most come from children who essentially come from disharmonious or broken families, families where education at home is full of violence or authoritarianism, siblings who often tease each other, and sometimes children are overly spoiled by their parents. The parenting patterns originating from such family environments make the child a perpetrator of bullying at school because they are already accustomed to violence and therefore also commit violence towards others. Bullying behavior has a significant impact on the victims, sometimes causing psychological disturbances, and even suicidal tendencies. Therefore, various parenting patterns are implemented to reduce bullying behavior among students at MTsN 2 Simeulue, including planning the recruitment of guidance counselors (BK teachers), providing BK rooms, cooperation between BK teachers and homeroom teachers, class-to-class socialization, and collaborative efforts between parents and teachers. This study also benefits MTsN 2 Simeulue students by reducing bullying incidents. Students can express their frustrations that previously had no outlet to share their problems at home or in their play environment; now BK teachers become their confidants. Socialization delivery becomes more directed and focused on students, and the approach between parents and teachers in educating students is strengthened.ABSTRAKPenelitian ini berfungsi untuk menganalisa tentang peningkatan pola asuh yang di lakukan pada perilaku bulying di MTsN 2 Simeulue, Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa dari berbagai macam perilaku bullying yang di lakukan oleh pelaku bullying kebanyakan berasal dari anak -anak yang pada hakekatnya berasal dari keluarga yang tidak harmonis/ broken, keluarga yang pendidikan di rumahnya penuh kekerasan/otoriter, saudara sekandung saling mengejek dan juga kadang terlalu dimanja oleh orang tuanya, perilaku pola asuh yang berasal dari pola asuh keluarga tersebut menjadikan anak sebagai dalang pelaku bullying di sekolah, karena mereka sudah terbiasa dengan kekerasan sehingga melakukan kekerasan pula kepada orang lain. Perilaku bullying ini sangat berdampak terhadap korbannya terkadang mereka menjadi terganggu psikisnya dan bahkan tidak menutup kemungkinan melakukan bunuh diri, oleh karena itu, berbagai macam pola asuh yang dilakukan untuk mengurangi perilaku bullying pada siswa MTsN 2 Simeulue, diantaramya: perencanaan perekrutan guru BK, pengadaan ruang BK, kerjasama guru BK dan wali kelas, sosialisasi class to class, dan kerjasama orang tua dan guru. Dalam penelitian ini terdapat manfaat yang di rasakan oleh siswa pada MTsN 2 Simeulue yaitu berkurangnya perlakuan bullying, siswa dapat melepaskan unek-uneknya yang selama ini tidak ada tempat bercerita permasalahannya di rumah atau lingkungan bermainnya, kini guru BK menjadi tempat curhatnya, penyampaian sosialisasi lebih terarah dan terfokus pada siswa dan terjalinnya pendekatan orang tua dan guru dalam memberikan didikan pada siswa.
Copyrights © 2025