Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh proses torefaksi pada wood pellet berbahan limbah furniture campuran terhadap nilai kalor dan sifat kimia sampel. Sampel wood pellet terdiri dari 80% kayu keras (Meranti, Merbau, Ulin, Mahoni, Keruing) dan 20% kayu lunak (Sengon, Pinus), diproses melalui torefaksi pada temperatur 250°C, 275°C, dan 300°C selama 30 menit. Pengujian nilai kalor dilakukan untuk menentukan peningkatan energi, dan analisis proximate serta ultimate dilakukan untuk mengetahui perubahan sifat kimia. Hasil menunjukkan bahwa nilai kalor meningkat secara signifikan setelah proses torefaksi, dengan peningkatan tertinggi pada temperatur 300°C mencapai 5.161 kkal/kg atau naik sekitar 32,3% dibandingkan nilai kalor awal 3.902 kkal/kg. Uji proximate menunjukkan peningkatan kandungan karbon tetap dan abu, serta penurunan kadar air dan zat volatil. Uji ultimate menunjukkan peningkatan kadar karbon hingga 60,19% dan penurunan kadar oksigen hingga 26,61% pada temperatur 300°C. Selain itu, torefaksi meningkatkan sifat hidrofobik wood pellet, terbukti dari ketahanan terhadap perendaman air yang lebih tinggi. Berdasarkan hasil ini, dapat disimpulkan bahwa torefaksi pada temperatur tinggi (300°C) secara efektif meningkatkan kualitas energi dan kestabilan wood pellet, menjadikannya alternatif bahan bakar biomassa yang lebih efisien dan tahan terhadap kelembapan.Â
Copyrights © 2025