Fenomena baru penggunaan foto pada pemasangan baliho besar di ruang publik untuk menyampaikan ucapan ulang tahun, ajakan menikah, atau perayaan pribadi lainnya mencerminkan tren baru pemanfaatan foto di media iklan sebagai alat ekspresi pribadi dan sosial. Penelitian ini menelusuri praktik "flexing" di ruang publik, di mana pesan-pesan yang bersifat pribadi dipamerkan secara mencolok untuk menunjukkan kekuatan finansial, status sosial, keinginan diri, dan citra diri. Fenomena ini juga memunculkan perdebatan mengenai etika berbagi informasi pribadi di ruang publik serta pengaruhnya terhadap persepsi budaya dan nilai-nilai sosial. Secara khusus, bagaimana dampak dari komodifikasi ruang publik untuk kepentingan pribadi dan bagaimana media luar ruang ini bertransformasi dari sekadar iklan produk menjadi representasi identitas dan prestis individu sehingga terdapat pergeseran fungsi baliho ruang publik saat ini dari yang semula sebagai media periklanan bergeser menjadi media untuk menunjukan status sosial dan pengungapan citra diri yang tidak dibutuhkan orang lain pada objek personal. Kata kunci: baliho, flexing, ekspresi, pribadi, media
Copyrights © 2025