Dakwah digital melalui platform media sosial memiliki potensi besar dalam memperluas jangkauan penyampaian pesan keagamaan, termasuk di kalangan guru pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis platform media sosial yang digunakan, jenis konten dakwah yang diminati, tingkat efektivitas dakwah digital, serta tantangan yang dihadapi oleh guru Pesantren Darussalam Gontor 8 Seulimum, Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian berjumlah sepuluh orang guru pesantren. Validitas data dijamin melalui teknik triangulasi sumber dan metode, sedangkan analisis data dilakukan dengan membandingkan dan mengkaji temuan dari berbagai sumber data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa platform YouTube, TikTok, dan Instagram menjadi media yang paling banyak dimanfaatkan untuk mengakses konten dakwah. Konten berupa video ceramah dan podcast merupakan jenis konten yang paling diminati. Dakwah digital dinilai efektif dalam meningkatkan pemahaman keagamaan serta memberikan inspirasi terhadap perubahan sikap dan perilaku religius guru pesantren. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan sejumlah tantangan, seperti keterbatasan literasi teknologi dan maraknya penyebaran informasi keagamaan yang tidak valid (hoaks). Oleh karena itu, penelitian ini menegaskan pentingnya pengembangan strategi dakwah digital yang kreatif, edukatif, dan kolaboratif guna mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dalam kegiatan dakwah di lingkungan pesantren..
Copyrights © 2025