Stres akademik telah menjadi fenomena yang mengakar di kalangan mahasiswa, berdampak signifikan pada kesejahteraan psikologis dan pencapaian akademik. Dalam konteks ini, resiliensi berperan sebagai faktor protektif yang memungkinkan individu untuk beradaptasi dan bangkit dari tekanan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh mindfulness (kesadaran penuh) terhadap tingkat resiliensi pada mahasiswa yang mengalami stres akademik. Penelitian kuantitatif eksplanatif ini melibatkan 250 mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia yang teridentifikasi mengalami tingkat stres akademik sedang hingga tinggi berdasarkan skala *Perceived Stress Scale-10 (PSS-10)*. Data dikumpulkan menggunakan dua instrumen utama: Five Facet Mindfulness Questionnaire (FFMQ) untuk mengukur mindfulness dan *Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC-25)* untuk mengukur resiliensi. Analisis data menggunakan teknik regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mindfulness memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap resiliensi (β = 0.673, p < 0.001), menjelaskan 45.3% varians dalam skor resiliensi. Temuan ini mengindikasikan bahwa praktik mindfulness, seperti kemampuan untuk mengamati pengalaman internal tanpa menghakimi dan tidak bereaksi berlebihan, dapat menjadi fondasi dalam membangun ketahanan psikologis. Implikasi dari penelitian ini menyarankan perlunya integrasi pelatihan mindfulness ke dalam layanan bimbingan dan konseling kampus sebagai intervensi berbasis bukti untuk meningkatkan resiliensi mahasiswa dalam menghadapi tantangan akademik yang penuh tekanan.
Copyrights © 2026