Pendidikan inklusif menjadi perhatian utama dalam menghadapi era society 5.0 yang menekankan keseimbangan antara kemajuan teknologi dan nilai – nilai kemanusiaan. Transformasi digital melalui kecerdasaan buatan, big data, dan internet of things membuka peluang besar dalam meningkatkan kualitas dan akses pendidikan, namun juga menghadirkan tantangan dalam menjamin keadilan dan kesetaraan bagi seluruh peserta didik. Artikel ini memiliki tujuan untuk mengkaji peran pendidikan inklusif dalam sorotan dunia pendidikan global pada era society 5.0 serta mengidentifikasi peluang dan tantangan implementasinya. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis artikel ilmiah, laporan kebijakan, dan praktik pendidikan inklusif dari berbagai negara. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan inklusif di era Society 5.0 tidak hanya berorientasi pada pemanfaatan teknologi digital, tetapi juga menekankan penguatan nilai empati, kolaborasi, dan penghormatan terhadap keberagaman. Teknologi berfungsi sebagai sarana pendukung pembelajaran yang adaptif dan personal, sementara pendidik berperan penting sebagai fasilitator dan penggerak nilai kemanusiaan. Dengan demikian, sinergi antara kebijakan pendidikan, kesiapan sumber daya manusia, dan pemanfaatan teknologi yang beretika menjadi kunci dalam mewujudkan pendidikan inklusif yang berkelanjutan di era Society 5.0.
Copyrights © 2026