Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) merupakan salah satu penyakit kronis yang memiliki prevalensi cukup tinggi. Kondisi depresi pada pasien dapat memengaruhi tingkat kepatuhan dalam mengonsumsi obat serta berdampak buruk pada pengendalian kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara tingkat depresi dan kepatuhan pengobatan pada penderita DMT2 di beberapa Puskesmas Kota Makassar. Metode penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 150 pasien dari empat puskesmas. Tingkat depresi dinilai menggunakan instrumen Beck Depression Inventory-II (BDI-II), sementara kepatuhan minum obat diukur dengan Medication Adherence Rating Scale (MARS). Analisis data dilakukan melalui uji regresi logistik multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (84,7%) memiliki tingkat kepatuhan sedang, sedangkan 15,3% termasuk dalam kategori kepatuhan tinggi. Berdasarkan tingkat depresi, 24,7% pasien berada dalam kategori normal, 30% mengalami gangguan suasana hati ringan, 17,3% berada pada ambang depresi, dan 28% mengalami depresi ringan hingga sedang. Analisis bivariat mengungkapkan bahwa lama pendidikan memiliki hubungan signifikan dengan kepatuhan pengobatan. Sementara itu, analisis multivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat depresi dan kepatuhan minum obat (aOR: 0,156; 95% CI: 0,038–0,636; p = 0,010). Temuan ini mengindikasikan bahwa depresi berperan penting dalam memengaruhi kepatuhan pengobatan pasien DMT2. Oleh karena itu, penanganan depresi perlu menjadi pertimbangan dalam tata laksana DMT2 guna meningkatkan kepatuhan terapi dan kontrol glikemik yang lebih baik.
Copyrights © 2025