Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perbandingan Efektivitas Klinik Simvastatin dan Atorvastatin Terhadap Profil Lipid Darah: Studi Kasus di Rumah Sakit Universitas Hasanuddin Latif, Wenry Deston; Aswad, Muhammad; Bahar, Muh. Akbar
JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis) Vol 9 No 1 (2022): J Sains Farm Klin 9(1), April 2022
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsfk.9.1.34-41.2022

Abstract

Simvastatin dan atorvastatin merupakan obat golongan statin yang bekerja dengan menghambat enzim HMG CoA reduktase. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi efektivitas klinik simvastatin dan atorvastatin dalam mempengaruhi profil lipid darah pasien dislipidemia di Rumah Sakit Universitas Hasanuddin Makassar. Penelitian ini merupakan studi cross sectional menggunakan data rekam medik pasien dislipidemia yang menggunakan simvastatin 10 mg dan atorvastatin 20 mg selama periode 2017-2020. Efektivitas obat golongan statin dinilai dari perubahan nilai LDL, TC, TG, dan HDL sebelum dan setelah penggunaan obat. Analisis regresi linear digunakan untuk menilai perbedaan efek simvastatin dan atorvastatin terhadap parameter lipid darah. Dibandingkan dengan simvastatin, perbedaan efek atorvastatin terhadap nilai LDL, TC, TG dan HDL, berturut-turut adalah 12,11±20,60 (95% Cl: -28,90-53,21), -11,70±11,30 (95% Cl: -14,84-38,24),  -5,02±11,54 (95% Cl: -28,04-18,00) dan 0,42±4,04 (95% Cl: -7,65-8,48). Pasien yang menggunakan atorvastatin memiliki nilai akhir TC, HDL dan TG yang lebih baik dibandingkan simvastatin. Sementara pasien yang menggunakan simvastatin memiliki profil nilai akhir LDL yang lebih baik dibandingkan simvastatin. Hasil analisis statistik menunjukkan perbedaan yang tidak bermakna yang disebabkan karena terbatasnya jumlah pasien. Oleh karena itu, diperlukan studi dengan sampel yang lebih besar untuk melihat perbandingan efektivitas kedua jenis obat statin pada populasi pasien dislipidemia di Indonesia.
Gambaran Nilai Utilitas Kesehatan Anak dengan Malnutrisi : Studi pada Kasus Stunting, Wasting, dan Underweight di Indonesia Bahar, Muh. Akbar; Galistiani, Githa Fungie; Eliyanti, Uzma; Mohi, Abdul Rafik
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v10i2.656

Abstract

Kondisi malnutrisi seperti stunting, wasting, dan underweight tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kualitas hidup anak secara keseluruhan, termasuk perkembangan kognitif, sosial, dan emosional. Namun, data mengenai nilai utilitas kesehatan anak dengan malnutrisi di Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai nilai utilitas kesehatan pada anak-anak di Indonesia yang mengalami stunting, wasting, dan underweight yang dibandingkan dengan anak sehat. Desain penelitian adalah cross sectional yang dilakukan di Kota Makassar dan Kabupaten Banyumas dari bulan Juli 2024 hingga Agustus 2024 pada anak usia > 2 hingga 5 tahun dengan atau tanpa malnutrisi (stunting, wasting atau underweight). Data dikumpulkan menggunakan kuesioner EQ-5D-5L yang diisi melalui wawancara langsung (face-to-face interview) ke orang tua atau wali dari anak. Hasil pengukuran kuesioner EQ5D-5L dikonversi menjadi nilai utilitas menggunakan value-set EQ5D-5L untuk populasi Indonesia. Data dari 174 anak balita berhasil dikumpulkan dan dibagi menjadi empat kelompok: anak sehat (n=36), stunting (n=55), wasting (n=30), dan underweight (n=53).  Hasil analisis menunjukkan bahwa anak balita sehat memiliki nilai utilitas yang signifikan lebih tinggi (0,85 ± 0,11) dibandingkan dengan anak stunting (0,76 ± 0,13), underweight (0,74 ± 0,18), dan wasting (0,72 ± 0,17), dengan nilai p = 0,003. Namun, tidak ditemukan perbedaan signifikan antara kelompok anak dengan gangguan gizi (p > 0,05). Anak balita dengan malnutrisi cenderung memiliki nilai utilitas kesehatan yang lebih rendah dibandingkan anak sehat. Namun, tidak didapatkan perbedaan yang bermakna pada nilai utilitas kesehatan antar kelompok anak yang mengalami malnutrisi.
Hubungan Level Depresi terhadap Kepatuhan Minum Obat Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Kota Makassar Utami, Mutiara Cahya; Tangdilintin, Frederika; Anggriani, A.; Bahar, Muh. Akbar
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i2.789

Abstract

Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) merupakan salah satu penyakit kronis yang memiliki prevalensi cukup tinggi. Kondisi depresi pada pasien dapat memengaruhi tingkat kepatuhan dalam mengonsumsi obat serta berdampak buruk pada pengendalian kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara tingkat depresi dan kepatuhan pengobatan pada penderita DMT2 di beberapa Puskesmas Kota Makassar. Metode penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 150 pasien dari empat puskesmas. Tingkat depresi dinilai menggunakan instrumen Beck Depression Inventory-II (BDI-II), sementara kepatuhan minum obat diukur dengan Medication Adherence Rating Scale (MARS). Analisis data dilakukan melalui uji regresi logistik multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (84,7%) memiliki tingkat kepatuhan sedang, sedangkan 15,3% termasuk dalam kategori kepatuhan tinggi. Berdasarkan tingkat depresi, 24,7% pasien berada dalam kategori normal, 30% mengalami gangguan suasana hati ringan, 17,3% berada pada ambang depresi, dan 28% mengalami depresi ringan hingga sedang. Analisis bivariat mengungkapkan bahwa lama pendidikan memiliki hubungan signifikan dengan kepatuhan pengobatan. Sementara itu, analisis multivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat depresi dan kepatuhan minum obat (aOR: 0,156; 95% CI: 0,038–0,636; p = 0,010). Temuan ini mengindikasikan bahwa depresi berperan penting dalam memengaruhi kepatuhan pengobatan pasien DMT2. Oleh karena itu, penanganan depresi perlu menjadi pertimbangan dalam tata laksana DMT2 guna meningkatkan kepatuhan terapi dan kontrol glikemik yang lebih baik.