Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tingkat Kepuasan Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Terhadap Pelayanan Tenaga Kefarmasian Di Puskesmas Moncongloe Kabupaten Maros Amoer, Andi Dian Fitri; Tangdilintin, Frederika; Saud, Anshar; Bahar, Muh. Akbar
Media Farmasi Vol 21 No 2 (2025): Media Farmasi Edisi Oktober 2025
Publisher : Jurusan Farmasi Poltekkes kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mf.v21i2.1384

Abstract

ABSTRACT Diabetes mellitus (DM) is one of the serious health problems and the biggest cause of death in the world. One of the districts that has the largest number of people with diabetes mellitus in South Sulawesi Province is Maros Regency. Pharmacists play a very important role in the therapeutic process of DM patients to improve the quality of life of patients. Objective. This study aims to determine the level of patient satisfaction based on perceptions of pharmaceutical services at the Moncongloe Health Center, Maros Regency. Methods. This study is a quantitative study with cross sectional method. This research instrument is a questionnaire adopted from previous studies that have been proven valid and reliable. This research was conducted at the Moncongloe Health Center, Maros Regency, South Sulawesi Province in January 2024. Results. This study shows that respondents gave a satisfied perception of the overall service of pharmaceutical personnel with a total percentage of 86%. In the aspect of prescription screening, the dominant patient was satisfied with a percentage of 43%; the aspect of drug preparation 66%; the aspect of drug information communication and education 46.6%; drug monitoring 42.8% of each patient was satisfied. Conclusion. The overall level of patient satisfaction with the perception of pharmaceutical personnel services at the Moncongloe Health Center, Maros Regency is 86% which is included in the satisfied category.
Hubungan Level Depresi terhadap Kepatuhan Minum Obat Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Kota Makassar Utami, Mutiara Cahya; Tangdilintin, Frederika; Anggriani, A.; Bahar, Muh. Akbar
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i2.789

Abstract

Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) merupakan salah satu penyakit kronis yang memiliki prevalensi cukup tinggi. Kondisi depresi pada pasien dapat memengaruhi tingkat kepatuhan dalam mengonsumsi obat serta berdampak buruk pada pengendalian kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara tingkat depresi dan kepatuhan pengobatan pada penderita DMT2 di beberapa Puskesmas Kota Makassar. Metode penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 150 pasien dari empat puskesmas. Tingkat depresi dinilai menggunakan instrumen Beck Depression Inventory-II (BDI-II), sementara kepatuhan minum obat diukur dengan Medication Adherence Rating Scale (MARS). Analisis data dilakukan melalui uji regresi logistik multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (84,7%) memiliki tingkat kepatuhan sedang, sedangkan 15,3% termasuk dalam kategori kepatuhan tinggi. Berdasarkan tingkat depresi, 24,7% pasien berada dalam kategori normal, 30% mengalami gangguan suasana hati ringan, 17,3% berada pada ambang depresi, dan 28% mengalami depresi ringan hingga sedang. Analisis bivariat mengungkapkan bahwa lama pendidikan memiliki hubungan signifikan dengan kepatuhan pengobatan. Sementara itu, analisis multivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat depresi dan kepatuhan minum obat (aOR: 0,156; 95% CI: 0,038–0,636; p = 0,010). Temuan ini mengindikasikan bahwa depresi berperan penting dalam memengaruhi kepatuhan pengobatan pasien DMT2. Oleh karena itu, penanganan depresi perlu menjadi pertimbangan dalam tata laksana DMT2 guna meningkatkan kepatuhan terapi dan kontrol glikemik yang lebih baik.