Sawo duren memiliki metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, saponin, dan fenolik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat antibakteri fraksi n-butanol daun sawo duren (Chrysophyllum cainito L) dengan menggunakan difusi cakram dan tingkat toksisitasnya terhadap larva udang Arthemia salina Leach. Dengan pelarut etanol, 300 gram sampel dimaserasi. Kemudian, dalam ekstraksi cair-cair menggunakan pelarut n-butanol, aktivitas antibakteri fraksi n-butanol diuji dengan metode difusi cakram. Zona hambat diperoleh pada konsentrasi 1,25%, 2,5%, dan 5%, masing-masing dengan nilai 7.45 ± 0.0, 9.41 ± 0.1, dan 11.43 ± 0.1. kemudian pada fraksi n-butanol daun sawo duren dengan konsentrasi 2, 4, 6, 8 dan 10 ppm bersama dengan air laut sebagai kontrol. Kemudian, sebagai respons terhadap toksisitas, parameter kematian dihitung setelah 24 jam perlakuan. Hasil fraksi n-butanol dari daun sawo duren memiliki aktivitas antibakteri berspektrum luas dan efek toksisitas, dengan nilai LC50 sebesar 4.39 ppm yang termasuk dalam kategori sangat toksik. Hasil skrining fitokimia fraksi n-butanol menunjukkan bahwa flavanoid, alkaloid, dan fenolik semuanya bersifat positif.
Copyrights © 2025