Pendidikan Islam tidak hanya berlangsung melalui jalur formal, tetapi juga melalui proses kultural yang hidup dalam masyarakat. Seni tradisional memiliki potensi strategis sebagai medium internalisasi nilai karena memadukan dimensi kognitif, afektif, dan psikomotorik secara simultan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses internalisasi nilai pendidikan Islam melalui seni Zapin Meskom di Bengkalis serta menjelaskan tantangan internalisasi nilai-nilai keislaman yang terkandung dalam syair, gerak, dan praktik sosialnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Systematic Literature Review (SLR) terhadap literatur lima tahun terakhir yang relevan dan terindeks SINTA, dilengkapi dengan dokumen budaya lokal. Hasil kajian menunjukkan bahwa Zapin Meskom berfungsi sebagai media ta’dib yang menginternalisasikan nilai akidah, ibadah, akhlak, muamalah, dan estetika religius melalui mekanisme pembiasaan, keteladanan, relasi guru–murid, serta pengalaman estetis kolektif. Nilai-nilai tersebut terintegrasi dalam praktik seni sehingga membentuk kesadaran religius dan identitas sosial masyarakat Melayu-Islam Bengkalis. Namun, proses internalisasi nilai menghadapi tantangan berupa komersialisasi budaya, pergeseran orientasi generasi muda, dan desakralisasi makna seni. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Zapin Meskom memiliki kontribusi penting sebagai model pendidikan Islam berbasis budaya lokal dan merekomendasikan penguatan kesadaran pedagogis agar fungsi edukatif seni tradisional tetap berkelanjutan di tengah dinamika sosial kontemporer
Copyrights © 2025