Perdebatan mengenai hubungan antara akal dan wahyu merupakan isu sentral dalam teologi Islam yang melahirkan berbagai aliran, salah satunya adalah Muktazilah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sejarah dan prinsip aliran Muktazilah, serta menganalisis pandangannya terhadap kedudukan akal, fungsi wahyu, dan hubungan antara keduanya. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan teologis-filosofis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Muktazilah menempatkan akal pada posisi yang sangat tinggi sebagai sumber pengetahuan utama untuk mengenal Tuhan dan membedakan baik-buruk sebelum datangnya wahyu. Wahyu dipandang sebagai konfirmasi ilahi yang berfungsi membimbing akal dan menjelaskan perincian hukum syariat yang tidak dapat dijangkau oleh rasio semata. Hubungan antara akal dan wahyu dalam teologi Muktazilah bersifat komplementer dan harmonis; akal adalah dasar epistemologis, sedangkan wahyu adalah petunjuk yang menjaga akal agar tetap dalam koridor kebenaran ilahi.
Copyrights © 2026