Pisang merupakan buah klimakterik yang tetap mengalami pematangan dan kerusakan setelah panen akibat aktivitas respirasi dan metabolisme. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh lama penyimpanan (0, 3, dan 7 hari) serta suhu penyimpanan (ruang, dingin, dan beku) terhadap kualitas pisang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktorial dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan kadar air meningkat pada suhu ruang (65,87%-74,09%), stabil pada suhu dingin (66,05%-68,45%), dan menurun sedikit pada suhu beku (66,23%-66,08%). Tekstur cenderung menurun pada suhu ruang dan dingin, tetapi meningkat pada suhu beku. Susut bobot bertambah signifikan pada suhu ruang hingga hari ke-7 (4,80-15,10%), sementara kenaikan lebih kecil terjadi pada suhu dingin (3,96-9,64%) dan beku (3,14-6,97%). Warna L, a*, dan b* menunjukkan variasi sesuai suhu penyimpanan, dengan ΔE tertinggi pada suhu ruang (69,63), diikuti suhu dingin (49,10) dan beku (41,29). Penelitian ini memberikan wawasan tentang pengaruh penyimpanan terhadap kualitas pisang berdasarkan suhu dan waktu.
Copyrights © 2025