Artikel ini membahas model pemberdayaan komunitas pesantren melalui pelatihan manajemen dan produksi seni hibrid penggabungan antara panggung pertunjukan dan film dalam proyek bertajuk Sang Blawong. Fokus kegiatannya adalah peningkatan kapasitas kreatif dan teknis santri Pondok Pesantren Al Falah Ploso Mojo Kediri sebagai bagian dari transformasi pendidikan seni berbasis nilai keagamaan. Tujuan utama pengabdian ini adalah mengembangkan keterampilan manajerial, penulisan naskah, sinematografi, seni suara, serta penyutradaraan pertunjukan hibrid dalam satu model pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning). Metode yang digunakan meliputi lokakarya interaktif, praktik produksi langsung, dan pendekatan partisipatif. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, proses dokumentasi, dan evaluasi hasil karya. Hasil menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan santri dalam mengelola produksi seni secara profesional, menghasilkan naskah dan film pendek Sang Blawong, serta menampilkan pertunjukan hibrid yang merepresentasikan nilai-nilai keislaman dan lokalitas. Temuan ini menegaskan bahwa seni hibrid dapat menjadi media dakwah kreatif yang efektif sekaligus memperkuat ekonomi kreatif berbasis pesantren. Kontribusi utama kegiatan ini terletak pada pembentukan kelompok seni pesantren yang berkelanjutan serta model integrasi seni, pendidikan, dan nilai keagamaan dalam satu ekosistem kreatif yang aplikatif.
Copyrights © 2026