Desain dan pengembangan mesin extruder briket berbasis metode Verein Deutscher Ingenieure (VDI) 2222 telah berhasil direalisasikan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi briket dari biomassa, khususnya batok kelapa. Peningkatan populasi global dan ketergantungan pada bahan bakar fosil mendorong kebutuhan akan energi terbarukan, dan briket biomassa menawarkan solusi yang ramah lingkungan dan ekonomis. Proses produksi briket manual masih menghadapi tantangan seperti tekanan tidak seragam dan kualitas briket yang bervariasi. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada perancangan mesin extruder yang optimal. Penerapan metode VDI 2222 yang sistematis mencakup tahap perencanaan, konseptualisasi, perancangan, dan penyelesaian, memastikan desain produk sesuai dengan kebutuhan dan spesifikasi teknis. Mesin yang dirancang memiliki volume hopper 0,005567 m3, tekanan ekstrusi 5 MPa, dan kapasitas produksi 35 kg/jam. Angka ini jauh melampaui produksi manual dan memenuhi standar industri. Komponen utama seperti screw extruder berdiameter 42 mm dengan sudut 3∘, nozzle pencetak berukuran 2,5 cm, serta motor 1 HP dan gearbox telah dianalisis untuk memastikan kinerja optimal dan efisiensi energi. Hasil akhir menunjukkan bahwa mesin extruder ini efektif meningkatkan nilai tambah limbah organik dan mendukung industri skala kecil dan menengah. Kata kunci: Mesin Extruder, Briket Batok Kelapa, VDI 222, Efisiensi Produk
Copyrights © 2025